Mengenal UMKM Tempe Ali, Produk Lokal Unggulan dari Desa Cikadu

PASUNDANEKSPRES.ID - Desa Cikadu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, memiliki berbagai potensi usaha lokal yang terus berkembang.
Salah satunya adalah UMKM Tempe Ali, sebuah usaha rumahan yang bergerak di bidang produksi tempe dan menjadi sumber penghidupan sekaligus kebanggaan warga setempat.
UMKM Tempe Ali dikelola oleh Bapak Fadil, seorang perantau asal Pekalongan yang telah menekuni usaha tempe selama enam tahun. Dalam empat tahun terakhir, proses produksi tempe secara resmi dijalankan di Desa Cikadu. Berbekal pengalaman, ketekunan, dan komitmen menjaga kualitas, usaha ini mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.
Dalam kegiatan produksinya, Bapak Fadil dibantu oleh isteri dan dua orang karyawan. Meskipun masih berskala rumahan, UMKM Tempe Ali mampu memproduksi tempe hingga empat kuintal setiap bulannya. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa usaha lokal desa memiliki potensi besar apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
Dari sisi pemasaran, tempe produksi UMKM Tempe Ali telah dipasok ke berbagai warung di sekitar Purwakarta. Tidak hanya itu, produk ini juga telah memasok hingga sembilan dapur MBG, menandakan bahwa tempe hasil produksi Desa Cikadu memiliki kualitas yang baik dan diterima oleh pasar.
Proses pembuatan tempe di UMKM Tempe Ali masih dilakukan secara tradisional dengan tetap memperhatikan kebersihan dan kualitas bahan. Produksi dimulai dari pemilihan kacang kedelai berkualitas, yang kemudian direbus selama kurang lebih dua jam hingga teksturnya empuk.
Setelah direbus, kedelai direndam selama satu malam penuh untuk melunakkan biji dan memudahkan proses pengelupasan kulit ari. Keesokan harinya, kedelai digiling, lalu dicuci sebanyak dua kali hingga bersih dan kadar asamnya berkurang.
Kedelai yang telah bersih kemudian ditiriskan dan dikeringkan secara alami. Selanjutnya, ragi tempe ditaburkan dan dicampurkan secara merata agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Kedelai yang telah diberi ragi kemudian dibungkus dan dicetak sesuai ukuran, lalu didiamkan selama dua malam hingga fermentasi sempurna dan tempe siap dipasarkan.
