Preventif Jelang Operasi Ketupat Lodaya, Polres Purwakarta Razia Knalpot Brong Ciptakan Keamanan dan Ketertiban

PASUNDANEKSPRES.ID - Polres Purwakarta memperkuat langkah preventif guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penertiban kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong atau yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Penindakan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta sejak akhir pekan kemarin, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi kegiatan di Pos 4 Pasar Jumaah, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur Satlantas Polres Purwakarta, mulai dari Kasatlantas, Kaur Bin Ops, para Kanit dan Kaur, hingga personel lapangan yang secara langsung melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas.
Selain melakukan penindakan terhadap pelanggar, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengguna jalan.
Masyarakat diingatkan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai standar pabrikan, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Lodaya 2026 sekaligus langkah awal menjelang Operasi Ketupat Lodaya 2026.
"Penertiban ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sehingga tercipta situasi Kamseltibcarlantas," kata Enjang kepada wartawan Pasundan Ekspres, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketertiban umum serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Melalui kegiatan ini, Polres Purwakarta berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan terciptanya budaya tertib berlalu lintas, khususnya menjelang momentum arus mudik dan balik Lebaran di mana mobilitas masyarakat meningkat pesat," ujarnya.(add/sep)
