Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Situ Buleud: Ikon Purwakarta yang Melegenda!

I
Inessia Nabila MEditor: Dobi Maulana
|10:37 WIB
Bagikan:
Sejarah Situ Buleud: Ikon Purwakarta yang Melegenda!
Situ Buleud Purwakarta (Sumber foto: Koleksi Leiden University Libraries dan Google Photos)

PASUNDANEKSPRES.ID - Situ Buleud menyimpan sejarah yang cukup panjang hingga tempat tersebut dijadikan ikon kota Purwakarta, simak selengkapnya tentang sejarah Situ Buleud Purwakarta.

Purwakarta, sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat, tidak hanya dikenal sebagai daerah strategis, tetapi juga kaya akan sejarah dan budaya lokal yang menarik untuk ditelusuri.

Salah satu ikon wisata yang melekat erat dengan identitas Purwakarta adalah Situ Buleud, sebuah danau yang terjadi secara alami dan menjadi titik pusat kota Purwakarta hingga sekarang.

Ikon Purwakarta yang satu ini memiliki kisah yang cukup panjang dan mengalami pembangunan sarana dan prasarana yang cukup signifikan sehingga menjadi bagian penting dari perkembangan kota ini.

Untuk mengetahui informasi ini lebih banyak, berikut informasi tentang sejarah Situ Buleud Purwakarta.

Sejarah Situ Buleud Purwakarta

Situ Buleud merupakan danau yang terjadi secara alami yang berada di Purwakarta, Jawa Barat yang berasal dari kata "situ" berarti danau atau telaga serta "buleud" berarti bulat atau berbentuk bulat dalam Bahasa Indonesia.

Asal usul Situ Buleud sudah ada sejak zaman dahulu yang konon danau tersebut dahulunya merupakan kubangan besar yang biasa digunakan oleh badak bercula satu sebagai tempat mandi atau pangguyangan dalam Bahasa Sunda.

Situ alami ini dahulu masih berupa rawa dan hutan belukar hingga akhirnya danau ini mengalami pembangunan besar-besaran yang digagas Bupati R.A.A. Soeriawinata atau Dalem Shalawat (1830-1849).

Melansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, keberadaan Situ Buleud berkaitan dengan peristiwa perpindahan ibukota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, atas gagasan Bupati R.A.A. Soeriawinata yang dibangun pada tahun 1830 hingga pertengahan tahun 1831.

Tujuan pembangunan Situ Buleud adalah sebagai sumber air untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat Purwakarta pada masa itu. Air dari situ tersebut digunakan juga untuk keperluan ibadah dan kegiatan lain di Masjid Agung.

Situ Buleud juga digunakan sebagai tempat rekreasi sehingga pemerintah mendirikan bangunan tradisional sejenis bangunan gazebo sebagai tempat istirahat (pasanggrahan).

Lebih lanjut, pembangunan Situ Buleud berkaitan dengan salah satu hak istimewa bupati, yaitu hak untuk menangkap ikan di sungai atau danau. Hak istimewa itu merupakan bagian dari gaya hidup bupati waktu itu.

Meski kenyataannya, yang menangkap ikan bukanlah bupati melainkan rakyat. Dalam acara tersebut, bupati tinggal di pasanggrahan yang berada di tengah situ sambil menyaksikan sejumlah rakyat menangkap ikan dengan dimeriahkan oleh iringan gamelan.

Situ Buleud mengalami sejumlah perbaikan dan perluasan yang bersamaan dengan renovasi pendopo pada tahun 1854 yang menunjukkan keberadaan danau alami tersebut memiliki arti penting untuk kehidupan di kota Purwakarta.

Kini, bangunan pasanggrahan yang berada di tengah situ sudah tidak ada dan acara menangkap ikan sudah tidak diadakan lagi, namun Situ Buleud tetap menjadi landmark kota Purwakarta hingga saat ini.

Pada masa pemerintahan Bupati Dedi Mulyadi (2008-2018), Situ Buleud kembali direnovasi dan dipercantik dengan adanya taman air mancur di tengah-tengah Situ Buleud.

Saat ini, Situ Buleud menjadi Taman Air Mancur Sri Baduga yang terkenal dengan keindahan air mancurnya serta menjadi air mancur terbesar se-Asia Tenggara. (inm)

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat36 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline1 jam lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline4 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu