STKIP Purwakarta Ditargetkan Tambah Dua Jurusan Jadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan

PURWAKARTA-Upacara Wisuda Angkatan X STKIP Purwakarta mengungkap bahwa mayoritas wisudawan memperoleh predikat cum laude atau dengan pujian.
Untuk Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 90 persennya lulus berpredikat cum laude sementara dua prodi lainnya, Pendidikan Jasmani (Penjas) dan Bahasa Indonesia, 80 persen lulusannya mendapat predikat cum laude.
"Alhamdulillah wisuda hari ini berjalan dengan lancar dan jumlah mahasiswa ada 69 yang diwisuda. Lulusan angkatan ini lebih berkualitas, ada peningkatan, dilihat dari jumlah yang cum laude," kata Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Purwakarta Dr. H. Agus Muharam, M.Pd.
Upacara Wisuda Angkatan X STKIP Purwakarta digelar di Hotel Harper Purwakarta, Sabtu (31/10/2026). Tercatat ada tiga lulusan dengan nilai terbaik. Ketiganya adalah, Tesa Utami Prodi Penjas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Kemudian, Diki Nurjana Prodi PGSD IPK 3,93, dan Asma Gina Prodi Bahasa Indonesia dengan IPK 3,77. "Tesa nilainya nyaris sempurna karena memang dirinya adalah seorang atlet andalan provinsi Jawa Barat. Ia juga kerap menjadi juri berbagai kejuaraan sehingga kualitasnya bisa diunggulkan," ujar Agus.
Meski mayoritas lulusan berpredikat cum laude, kata Agus, pihaknya selalu mengingatkan bahwa yang menjadi prioritas utama adalah keunggulan dalam emosional dan spiritual. "Boleh jadi saat menjadi guru nanti mereka jago dalam mengajar, akan tetapi jika karakternya kurang atau tidak bagus maka tidak akan ada artinya. Karenanya kami ingatkan keunggulan emosional, spiritual dan karakteristik harus ditingkatkan," ucapnya.
Dengan itu pula, sambungnya, tantangan terbesar saat ini, yakni pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI, dapat terjawab. Boleh jadi peran guru diambil alih AI, tapi, keunggulan emosional, spiritual, dan karakteristik seorang guru tidak akan pernah tergantikan. Karena itu pula STKIP Purwakarta selalu memperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi maupun iman dan takwa.
"Ke depan, STKIP harus terus berkembang. Kami ingin mengubah STKIP menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau IKIP dengan menambah dua prodi, yakni Prodi Bimbingan Konseling dan Prosi Bahasa Inggris," kata Agus mengungkapkan.
Hadir mewakili Pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta Sekdis pendidikan Aries Rapelianto. Dalam sambutannya ia menyambut baik bahwa peran STKIP bisa membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi dan SDM, khususnya di bidang pendidikan yang lebih baik. "STKIP Purwakarta mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam memperoleh pendidikan tinggi yang mudah dan terjangkau. Ini sejalan dengan kebijakan pembangunan SDM, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun Kabupaten Purwakarta," ujarnya.
Ketika berbicara Pendidikan Karakter atau berbicara Gapura Panca Waluya, sambungnya, maka harus didukung oleh SDM pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tersebut. "Kepada para wisudawan maupun seluruh lulusan STKIP Purwakarta diharapkan dapat membantu kami dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Mari dalam ruang dan koridor yang tentunya sesuai dengan regulasi, kita bersama-sama membangun Pendidikan Kabupaten Purwakarta lebih istimewa berdasarkan keahlian dan spesifikasi kepakaran masing-masing," ucap Aries.
Senada disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Putra Bangsa Drs. Acep Ruswan, M.Pd. Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang mendukung pendidikan anaknya hingga bisa menyandang gelar sarjana. "Kami sampaikan apresiasi terhadap seluruh civitas akademika yang telah mendidik dan membimbing para mahasiswa hingga terselenggaranya Upacara Wisuda Angkatan X ini," kata Acep.
Ia mengingatkan bahwa wisuda bukan garis akhir, tapi gerbang awal untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat dan dunia kerja. Karenanya, agar para lulusan dapat menjaga almamater dan nilai moral, berakhlak mulia, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat serta lingkungan," ujarnya.(add/sep)
