Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kurikulum Merdeka Bikin Pusing Pak Mentri, Apa Gunanya Coba?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|13:35 WIB
Bagikan:
Kurikulum Merdeka Bikin Pusing Pak Mentri, Apa Gunanya Coba?
Kurikulum Merdeka Bikin Pusing Pak Mentri, Apa Gunanya Coba? (Sumber Foto YouTube Indonesia 100TH)

PASUNDAN EKSPRES- Seorang guru SD dari Ponorogo mempertanyakan sistem pendidikan yang sering berganti kurikulum setiap kali ada pergantian menteri.

Termasuk Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. Guru tersebut mengeluhkan bahwa pendidikan di Indonesia lebih difokuskan sebagai investasi ekonomi daripada tujuan mendidik sesungguhny.

Menyebabkan banyak guru di desa merasa terbebani dengan modul dan tugas administratif, sehingga mengurangi waktu mengajar.

Guru tersebut menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka belum terbukti efektif dan hanya membingungkan para guru, khususnya di daerah.

Hal ini juga dikritisi oleh Komisi 10 yang menegaskan bahwa tidak ada rekomendasi dari OECD yang menyebutkan perlunya pergantian kurikulum untuk memperbaiki literasi dan numerasi.

Analogi kesehatan digunakan untuk menggambarkan kesalahan dalam mendiagnosis dan mengobati masalah pendidikan di Indonesia, di mana masalah utama tidak diatasi dengan solusi yang tepat.

Jurnal dari Center for Education Economics juga menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia stagnan karena masyarakat merasa puas dengan prestasi yang ada, sehingga reformasi yang diperlukan tidak dilakukan.

Evaluasi RPJMN menunjukkan bahwa target pendidikan tidak tercapai meskipun sering ada pergantian kurikulum dan peningkatan anggaran.

Banyak program pemerintah hanya merupakan pengulangan dari program sebelumnya dengan nama yang berbeda.

Perdebatan mengenai Kurikulum Merdeka dan seringnya pergantian kurikulum mencerminkan keresahan para guru dan praktisi pendidikan terhadap sistem yang ada.

Diperlukan reformasi mendasar yang fokus pada peningkatan kualitas guru dan pelatihan yang tepat.

Diharapkan kebijakan pendidikan yang lebih berkelanjutan dan matang dapat dibuat untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat20 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline55 menit lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline3 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu