Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Polemik Penundaan Kepindahan Jokowi ke IKN, Air dan Listrik jadi Penyebab

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|15:09 WIB
Bagikan:
Polemik Penundaan Kepindahan Jokowi ke IKN, Air dan Listrik jadi Penyebab
Polemik Penundaan Kepindahan Jokowi ke IKN, Air dan Listrik jadi Penyebab (Image From: Sekretariat Kabinet)

PASUNDAN EKSPRES - Jokowi batal pindah ke IKN bulan Juli ini. Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menjadi perbincangan hangat terkait keputusannya untuk segera pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada bulan Juli ini.

Namun, pada akhirnya keputusan tersebut harus tertunda dan menjadi batal. Bukan tanpa alasan, Jokowi mengungkapkan bahwa alasan penundaan kepindahannya disebabkan oleh kondisi infrastruktur dan fasilitas pendukung IKN yang belum sepenuhnya siap. 

"Airnya sudah siap, belum? Listriknya sudah siap, belum?  Tempatnya sudah siap belum? Kalo siap, pindah, " kata Jokowi usai menyerahkan bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma, dikutip dari Tempo.co, Kamis (11/7). 

Polemik Penundaan Kepindahan Jokowi ke IKN

Awalnya, Presiden Jokowi merencanakan untuk memindahkan kantor kepresidenannya ke IKN Nusantara pada bulan Juli 2024. Rencana ini sejalan dengan rampungnya pembangunan tahap pertama gedung-gedung pemerintahan di ibu kota baru tersebut.

Pemerintah berencana untuk menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus di IKN Nusantara pada tahun ini.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa distribusi air bersih di IKN Nusantara akan dimulai pada pertengahan bulan Juli 2024.

BACA JUGA: Demi Lestarikan Budaya Lokal, Kemenag Susun Penerjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Betawi

BACA JUGA: Cara Membuat Paspor dan Rincian Biaya Terbaru 2024

Menteri Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa ia akan bertolak ke IKN Nusantara pada tanggal 18 Juli 2024.

Tujuan kunjungannya adalah untuk melakukan pengecekan langsung atas progres pembangunan di ibu kota baru, terutama yang berkaitan dengan kesiapan distribusi air minum jelang penyelenggaraan Upacara Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2024.

Kementerian PUPR sebelumnya menargetkan agar distribusi air bersih di IKN dapat mulai dilakukan pada tanggal 15 Juli 2024. Namun, proses distribusi air tersebut sedikit mengalami perlambatan dari target awal yang ditetapkan untuk komisioning pada Juni 2024.

Basuki menjelaskan bahwa tingginya curah hujan di wilayah Penajam Paser Utara, tempat IKN Nusantara dibangun, menjadi salah satu faktor penghambat yang menyebabkan perlambatan realisasi distribusi air tersebut. 

(ipa)

Berita Terbaru

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga31 menit lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional49 menit lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang1 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional1 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Jawa Barat1 jam lalu
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Nasional1 jam lalu
Festival Literasi Subang 2026 Tak Hanya Hadirkan Buku, Disarpus Dorong UMKM dan Pelayanan Publik

Festival Literasi Subang 2026 Tak Hanya Hadirkan Buku, Disarpus Dorong UMKM dan Pelayanan Publik

Subang1 jam lalu
Mekanik di Tangerang Kaget Ditagih Pajak Mobil Sport McLaren Rp137 Juta, Segini Harganya di Indonesia!

Mekanik di Tangerang Kaget Ditagih Pajak Mobil Sport McLaren Rp137 Juta, Segini Harganya di Indonesia!

Nasional1 jam lalu
Pelaku Penyerangan Bobotoh di Bogor Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Pelaku Penyerangan Bobotoh di Bogor Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Nasional1 jam lalu