Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menarik Nih! Para Korupsi Sadar Hpnya di Sadap Begini Tanggapan Wakil KPK agar Pemberantasan Korupsi Efektif.

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|10:26 WIB
Bagikan:
Menarik Nih! Para Korupsi Sadar Hpnya di Sadap Begini Tanggapan Wakil KPK agar Pemberantasan Korupsi Efektif.
Menarik Nih! Para Korupsi Sadar Hpnya di Sadap Begini Tanggapan Wakil KPK agar Pemberantasan Korupsi Efektif. (Sumber Foto Rakyat Merdeka.com)

PASUNDAN EKSPRES- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan tentang modus operasi para pelaku korupsi.

Mereka kini mempelajari secara rinci bagaimana lembaga antirasuah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Hal ini menjadi sorotan karena menunjukkan adaptasi mereka terhadap metode pemberantasan korupsi yang semakin canggih.

Menurut Alex, para pelaku korupsi telah sadar akan potensi penyadapan oleh KPK, sehingga mereka mulai menghindari komunikasi melalui ponsel.

Perkembangan ini mencerminkan tingkat kewaspadaan yang semakin tinggi dari pihak-pihak yang ingin melakukan praktik rasuah.

Dalam konteks ini, Alex menyoroti pemahaman yang semakin meningkat di kalangan penyelenggara negara tentang keberadaan penyadapan.

Hal ini tak lepas dari kebijakan Jaksa KPK yang membuka hasil penyadapan di persidangan. Namun, Alex juga mengajukan pertanyaan yang menggugah pikiran.

Dia menanyakan relevansi dari menampilkan hasil penyadapan di persidangan saat saksi telah mengakui perbuatannya.

Menurutnya, apa gunanya menyajikan transkrip percakapan dan hasil penyadapan jika fakta-fakta tersebut sudah terungkap melalui pengakuan saksi?

Pertanyaan ini menjadi titik pijak yang memicu diskusi tentang strategi pemberantasan korupsi.

Apakah menampilkan hasil penyadapan di persidangan masih menjadi langkah yang efektif? Ataukah, saatnya mempertimbangkan pendekatan baru yang lebih efisien dalam menghadapi perkembangan taktik pelaku korupsi?

Pernyataan Alex memberikan gambaran bahwa perang melawan korupsi bukanlah pertempuran statis.

Ia menyoroti perlunya terus-menerus menyesuaikan diri dengan dinamika baru dalam dunia korupsi. Itu mencakup peningkatan dalam mengembangkan strategi antisipasi, selain upaya penegakan hukum yang konsisten dan efektif.

Dengan demikian, apa yang perlu dilakukan adalah tidak hanya mengejar pelaku korupsi dengan cara-cara yang sudah umum diketahui, tetapi juga membangun strategi baru yang lebih cerdas dan canggih.

Hal ini menjadi kunci untuk memastikan keberhasilan dalam upaya pemberantasan korupsi di masa yang akan datang.

Berita Terbaru

Semifinal Perorangan Badminton Asian Games 2026: Ini Jadwal 4 Wakil Indonesia

Semifinal Perorangan Badminton Asian Games 2026: Ini Jadwal 4 Wakil Indonesia

Olahraga25 menit lalu
Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Subang9 jam lalu
Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Subang10 jam lalu
17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Subang10 jam lalu
12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle11 jam lalu
Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Headline12 jam lalu
Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Nasional12 jam lalu
Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Nasional12 jam lalu
Pojokan 324: Ah, Surya!

Pojokan 324: Ah, Surya!

Opini13 jam lalu