Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia

Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia

Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia. (Foto: laman resmi Kemenag)

PASUNDAN EKSPRES - Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Abdul Rochman menjawab kritikan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah terkait kuota prioritas jemaah haji lansia.

Sebelumnya, Luluk mengkritik Kementerian Agama tidak memprioritaskan untuk menuntaskan antrean jemaah haji lanjut usia (lansia). 

Luluk lalu menyebut ada sekitar 35 ribu calon jemaah haji lanjut usia (lansia) dengan umur 80-90 tahun yang masih dalam antrean.

Abdul Rochman sebagai Koordinator Staf Khusus Menteri Agama mengatakan bahwa Kementerian Agama justru memberikan perhatian khusus kepada jemaah haji lansia. 

BACA JUGA: PLN Resmi Tawarkan Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50% di Bulan Mei 2025, Ini Syarat dan Cara Dapatkannya

Bahkan, tagline penyelenggaraan ibadah haji dalam dua tahun terakhir adalah "Haji Ramah Lansia".

Salah satu upaya yang dilakukan terkait perhatian itu adalah mengalokasikan kuota prioritas lansia. 

Jumlahnya hingga 5% dari kuota normal jemaah haji reguler tahun ini, yakni 203.320 jemaah.

"Luluk keliru jika menilai Kemenag tidak fokus menyelesaikan antrean jemaah lansia. Sebab, dalam dua tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji, ada 5% kuota prioritas lansia. Meski sayangnya, itu juga tidak terserap semua," ucap Abdul di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (19/7).

BACA JUGA: Para Jemaah Haji, Ini Hal yang Dilarang saat Berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Menurutnya, prinsip dasar keberangkatan ibadah haji adalah sesuai urutan nomor porsi. 

Pasal 26 Peraturan Menteri Agama No 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler mengatur bahwa pengisian kuota jemaah haji diperuntukkan bagi tiga pihak. 

Pertama, Jemaah Haji Reguler tunda berangkat. "Maksudnya, sudah lunas dan bisa berangkat tahun lalu, tapi jemaah tersebut menunda karena beragam alasan," tuturnya.

Kedua, Jemaah Haji Reguler masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan. 

"Ini kita tetapkan berdasarkan urutan nomor porsi, untuk memenuhi prinsip keadilan dalam antrean," sebutnya.

Ketiga, prioritas Jemaah Haji Reguler lanjut usia. Pasal 25 PMA No 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler ayat (1) mengatur bahwa prioritas lansia diperuntukkan bagi jemaah dengan usia paling rendah 65 (enam puluh lima) tahun dengan persentase tertentu. 

Sementara pada ayat (2) diatur bahwa pemberian prioritas kuota lansia dilakukan secara sistem berdasarkan urutan usia tertua dan/atau masa tunggu di masing-masing provinsi, serta telah mendaftar paling singkat lima tahun sebelum keberangkatan jemaah haji kloter pertama.

"Tahun ini, ditetapkan besaran prioritas lansia adalah 5% dari kuota normal. Dari 203.320 kuota normal jemaah haji reguler, kita alokasikan 10.166 prioritas lansia yang memenuhi kriteria. Sampai dengan akhir penutupan, yang melakukan pelunasan 4.500 jemaah atau sekitar 44%," jelasnya.


Berita Terkini