Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Daya Beli Masyarakat Subang Menurun, Ekonom: Perlu Perhatian Pemkab

H
HubaEditor: Huba
|07:59 WIB
Bagikan:
Daya Beli Masyarakat Subang Menurun, Ekonom: Perlu Perhatian Pemkab
EKONOMI: Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Pagaden Subang, beberapa waktu lalu. BPS mencatat, pada September 2024 Kabupaten Subang mengalami deflasi dibandingkan dengan Agustus 2024.

SUBANG-Ketua Tim Distribusi Statistik BPS Subang, Affan Afriana SP mengungkapkan, pada September 2024 Kabupaten Subang mengalami deflasi dibandingkan dengan Agustus 2024. Deflasi merupakan fenomena penurunan harga. Deflasi karena kekurangan jumlah uang beredar yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi turun.

"Untuk Kabupaten Subang, dari bulan ke bulan yaitu bulan September terhadap Agustus 2024 itu kita mengalami deflasi yakni -0,38 persen," ucapnya. 

Sementara itu, Kabupaten Subang sempat mengalami inflasi pada bulan Agustus 2024 sebesar 0,12 persen. Dirinya mengungkapkan terjadinya deflasi pada bulan September ini disebabkan oleh beberapa faktor. 

"Dari 11 kelompok pengeluaran, ada tiga yang mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kemudian kelompok transportasi, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya," ucapnya. 

Ia melanjutkan, deflasi yang terdalam diantara 11 kelompok pengeluaran tersebut berada di kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pada kelompok tersebut besaran deflasinya sebesar -1,13 persen dengan andil inflasinya -0,43 persen. 
Kemudian diikuti oleh kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya memiliki deflasi -0,58 persen dengan andil inflasinya -0,01 persen. Sedangkan pada kelompok transportasi deflasinya sebesar -0,23 persen, dengan andik inflasinya -0,02 persen. 

Affan juga membagikan lima komoditas yang memiliki andil besar dalam terjadinya inflasi di Kabupaten Subang walaupun tidak besar, diantaranya emas perhiasan sebesar 0,03 persen, makanan ringan sebesar 0,01 persen, upah ART sebesar 0,0095 persen, sewa rumah sebesar 0,0085 persen, serta bawang putih sebesar 0,0068 persen. 

Disamping itu, terdapat juga lima komoditas yang memiliki andil besar dalam deflasi, yaitu cabai rawit sebesar -0,08 persen, telur ayam ras sebesar -0,08 persen, cabai merah sebesar -0,06 persen, daging ayam ras sebesar -0,05 persen, dan tomat sebesar -0,02 persen. 

Selain inflasi bulan ke bulan, ia juga membagikan inflasi dari tahun ke tahun yakni September 2024 terhadap September 2023 sebanyak 2,18 persen. Sedangkan untuk tahun kalender, yaitu September 2024 terhadap Desember 2023 mengalami deflasi sebesar -0,01 persen. 

Pengamat Ekonomi Asep Kurniawan, SE., MM., M.Sc merespon deflasi yang dialami Subang saat ini. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena daya beli masyarakat yang menurun, sementara kebutuhan yang dibutuhkan cukup banyak. Sehingga masyarakat memutuskan untuk lebih selektif lagi dalam berbelanja. 

Ia juga menambahkan, masyarakat juga bisa jadi melakukan penundaan pengeluaran atau belanja. Hal ini menyebabkan permintaan masyarakat menjadi menurun. 

"Ketika demandnya rendah, sementara dari sisi produsen mereka tetap memproduksi komoditasnya, sehingga terjadilah ketidakseimbangan antara jumlah barang dan jasadipasar, atau antara permintaan dengan penawaran," ungkap dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja Sutaatmadja.

Dampaknya, produsen akan menurunkan harga jualnya demi menjaga kelangsungan operasinya. Ini dilakukan agar barang yang telah diproduksi dapat tetap terjual.

Dirinya juga berpendapat turunnya daya beli masyarakat bisa juga dikarenakan adanya kebijakan pembatasan BBM, yang pada hakikatnya memainkan peranan penting dalam aktivitas perekonomian masyarakat. 

"Bisa jadi juga karena ada pembatasan BBM, karena kita semua mengetahui bahwa BBM itu dianggap sebagai urat nadi aktivitas ekonomi, sebab setiap aktivitas produksi itu perlu bahan bakar. Belum lagi kalau barang itu jadi, kemudian komoditasnya harus segera didistribusikan  ke tempat-tempat pemasaran," ucapnya. 

Melihat situasi tersebut, Asep berharap Pemerintah Kabupaten Subang dapat lebih memperhatikan daya beli masyarakat. 

"Bagi pemerintah diharapkan untuk senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat. Jangan sampai daya beli masyarakat itu menurun," ucapnya. 

Selain itu, dirinya juga berharap pemerintah dapat memperhatikan keseimbangan supply and demand di tengah masyarakat. 

"Kemudian memperhatikan juga keseimbangan permintaan dan penawaran, misalkan bagaimana caranya kemudian agar komoditas serta perputaran uang di Kabupaten Subang dapat terjaga atau lebih stabil lagi," ucapnya.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

Nasional32 menit lalu
FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

Lifestyle1 jam lalu
Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Lifestyle1 jam lalu
Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

Lifestyle2 jam lalu
Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang2 jam lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional3 jam lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional3 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang4 jam lalu
Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Nasional4 jam lalu