Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ahli Menegaskan Kabar Viral tentang Kegelapan Bumi Selama 3 Hari Mulai 8 April sebagai Hoaks

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|22:54 WIB
Bagikan:
Ahli Menegaskan Kabar Viral tentang Kegelapan Bumi Selama 3 Hari Mulai 8 April sebagai Hoaks
Foto: via screenshot/Freepik

PASUNDAN EKSPRES - Kabar mengenai potensi kegelapan Bumi selama 3 hari mulai dari tanggal 8 April telah menjadi viral, namun para ahli menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Sejumlah akun di platform media sosial TikTok, baik di Indonesia maupun Filipina, telah menyebarkan informasi hoaks ini dalam bahasa Inggris.

Informasi tersebut menyatakan bahwa Bumi akan mengalami kegelapan selama 72 jam akibat fenomena yang disebut 'Sabuk Foton' (Photon Belt).

Namun, Thomas Djamaluddin, seorang Ahli Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menegaskan bahwa klaim ini adalah hoaks dan istilah "sabuk foton" tidak diakui dalam ilmu pengetahuan, Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis 28 Maret 2024.

 

Menurut Thomas, hoaks serupa telah tersebar sebelumnya dengan berbagai alasan yang tidak didasari oleh ilmu pengetahuan yang kuat.

Dia juga menjelaskan bahwa meskipun Bumi pernah mengalami masa gelap bertahun-tahun akibat tumbukan asteroid, saat ini tidak ada ancaman dari asteroid besar dalam waktu dekat.

 

Fenomena Gerhana Matahari Total memang akan terjadi pada tanggal 8 April, namun hanya beberapa wilayah Bumi yang akan mengalami kegelapan dalam waktu singkat.

Durasi puncak gerhana matahari ini berkisar antara 2,5 hingga 4,5 menit, tergantung lokasi. Sayangnya, Indonesia tidak akan dapat menikmati fenomena ini pada tahun 2024.

 

Farahhati Mumtahana, seorang peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN, menyatakan bahwa meskipun tidak dapat menyaksikan gerhana matahari tersebut, fenomena ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan wisata atau ekspedisi yang bertujuan mengejar gerhana.

Jalur Gerhana Matahari Total akan melintasi sejumlah wilayah mulai dari Samudra Pasifik hingga Eropa Barat, Amerika Utara, Amerika Selatan, Samudera Pasifik, Atlantik, dan Arktik.

(hil/hil)

Berita Terbaru

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle9 menit lalu
Rekomendasi Wisata untuk Pekerja di Kawasan Industri Subang

Rekomendasi Wisata untuk Pekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle2 jam lalu
BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

Nasional3 jam lalu
Rekomendasi Wisata dekat Kawasan Industri Subang, Cocok Buat Akhir Pekan!

Rekomendasi Wisata dekat Kawasan Industri Subang, Cocok Buat Akhir Pekan!

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga15 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang15 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta15 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle16 jam lalu
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang16 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional17 jam lalu