100 Hari Kerja Bupati Subang: Komitmen Religius, Akseleratif, dan Inklusif

SUBANG – Pemerintahan Kabupaten Subang di bawah kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita BP, S.IP dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. menunjukkan langkah nyata dalam 100 hari kerja pertama masa jabatan 2025–2029.
Sejumlah program unggulan diluncurkan dengan fokus pada pendekatan religius, penguatan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat.
Stimulus Pajak dan Kepedulian Lansia
Salah satu program awal yang menuai apresiasi adalah Pembebasan Sanksi Administratif Denda Pajak Daerah untuk masa pajak hingga tahun 2024.
Program ini berlaku mulai 1 Februari hingga 30 April 2025, memberi keringanan bagi wajib pajak dan mendorong kepatuhan fiskal.
Tak hanya itu, Pemkab Subang menginisiasi program “Subang Ngabret Nyaah Ka Indung”, yang mewajibkan setiap ASN dan pegawai BUMD memiliki satu lansia binaan.
Fokus pada lansia perempuan yang hidup dalam keterbatasan ini menunjukkan kepedulian pada kelompok rentan dalam masyarakat.
Dorongan Ekonomi dan Kreativitas Anak Muda
Untuk mendukung sektor kreatif, digelar Subang Fest 2025 Vol. 1 & 2 serta Subang Innovation Festival (SIF) bertema "Akselerasi Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat".
Festival ini menjadi wadah apresiasi dan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan inovator muda di Subang.
Sementara itu, Subang Innovation Challenge 2025 hadir sebagai kompetisi ide-ide solutif dari masyarakat, guna mendukung pembangunan berbasis inovasi.
Infrastruktur Jadi Prioritas
Melalui program “Jalan Leucir” atau “Subang Leucir 2027”, perbaikan jalan sepanjang 80 kilometer digelontorkan dana Rp250 miliar di tahun 2025. Hingga kini, 4,35 km jalan telah rampung diperbaiki.
Bupati dan Wakil Bupati juga aktif menyerap aspirasi lewat program Saba Desa, yakni kunjungan langsung ke desa-desa di Subang untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan warga.
Apresiasi untuk Kinerja dan Pengelolaan Daerah
Penghargaan TOP BUMD 2025 diraih PT BPR Subang Gemi Nastiti, termasuk penghargaan untuk Direktur Utamanya sebagai TOP CEO BUMD.
Selain itu, Pemkab Subang kembali meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut—bukti komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan.
Dukungan Sosial dan Layanan Digital
Pemkab Subang juga menyerahkan rumah subsidi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya hasil kerja sama dengan Kementerian PUPR.
Inovasi layanan terus ditingkatkan melalui platform Subang Smart Digital, yang mengintegrasikan layanan publik secara efisien dan transparan.
Tanggap Aduan Masyarakat
Dalam kurun April hingga Mei 2025, terdapat 232 aduan masyarakat yang dihimpun dari media sosial.
Di antaranya terkait jalan rusak, sekolah tidak layak, pelayanan kesehatan, dan transportasi publik.
Data ini menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan yang berbasis kebutuhan riil warga.
Penataan dan Rehabilitasi Lingkungan
Penertiban bangunan liar di sempadan sungai dan saluran jalan dilakukan bersama Pemprov Jabar.
Kompensasi diberikan kepada warga terdampak sebagai bagian dari pendekatan humanis.
