Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

15 Hektare Kebun Rambutan di Cikaum Timur Diserang Hama Ulat, BPBD dan Dinas Pertanian Lakukan Penyemprotan

H
Hadi MartadinataEditor: Asep
|20:00 WIB
Bagikan:
15 Hektare Kebun Rambutan di Cikaum Timur Diserang Hama Ulat, BPBD dan Dinas Pertanian Lakukan Penyemprotan
Tim BPBD berada di Desa Cikaum Timur untuk membantu penanggulangan hama ulat bersama Dinas Pertanian, Pemerintah Kecamatan Cikaum, dan Pemerintah Desa Cikaum Timur.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Subang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat membantu penanganan serangan hama ulat yang menyerang perkebunan rambutan di Desa Cikaum Timur, Kecamatan Cikaum. Serangan hama tersebut dilaporkan telah berdampak pada sekitar 15 hektare areal perkebunan rambutan milik warga.

Sekretaris BPBD Kabupaten Subang, Muhammad A. Sudrajat, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Pemerintah Kecamatan Cikaum, serta Pemerintah Desa Cikaum Timur melakukan upaya penanggulangan secara terpadu guna mencegah meluasnya serangan hama yang dapat merugikan para petani. 

"Hari ini tim BPBD berada di Desa Cikaum Timur untuk membantu penanggulangan hama ulat bersama Dinas Pertanian, Pemerintah Kecamatan Cikaum, dan Pemerintah Desa Cikaum Timur," ucap Muhammad A. Sudrajat kepada Pasundan Ekspres di lokasi perkebunan pada Kamis (25/6/2026). 

Serangan Hama Ulat Cukup Mengkhawatirkan

Menurutnya, serangan hama ulat tersebut cukup mengkhawatirkan karena menyerang daun tanaman rambutan dengan tingkat kerusakan yang sangat cepat. Dalam waktu singkat, satu pohon rambutan dapat kehilangan hampir seluruh daunnya akibat dimakan ulat. 

"Seperti kita ketahui, kurang lebih 15 hektare areal perkebunan rambutan terserang hama ulat. Hama ini menyerang daun sehingga dalam satu malam satu pohon bisa habis daunnya," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat para petani khawatir karena kerusakan daun dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan produktivitas buah rambutan pada musim panen mendatang. Jika tidak segera ditangani, serangan hama dikhawatirkan akan menyebar ke lahan perkebunan lainnya dan menyebabkan kerugian ekonomi yang lebih besar.

Sebagai langkah penanganan, BPBD bersama instansi terkait menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penyemprotan pada area perkebunan yang terdampak. Penyemprotan dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi hama sekaligus mencegah penyebaran serangan ke wilayah lain. 

"Kami bersama Dinas Pertanian dan pemerintah kecamatan melakukan penanganan dengan mengirimkan pasukan untuk melaksanakan penyemprotan di lokasi perkebunan yang terserang," kata Sudrajat.

Selain penyemprotan, petani juga diimbau untuk terus memantau kondisi tanaman mereka dan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda penyebaran hama di area lain. 

Koordinasi antara pemerintah daerah, petani, dan instansi teknis dinilai sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu