3 Komunitas Literasi Kabupaten Subang Bersinergi Semarakkan Hardiknas 2026, Dorong Bermutu Melalui Karya

SUBANG - Semangat literasi Kabupaten Subang mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.
Berbagai kegiatan edukatif dan hiburan dikemas dalam Pameran dan Edutainment Stage yang berlangsung meriah di Alun-alun Subang, Selasa (2/6/2026).
Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung adalah kehadiran stand gabungan komunitas literasi yang menampilkan beragam karya tulis dan program pengembangan budaya membaca serta menulis. Kehadiran komunitas literasi tersebut menjadi bukti nyata dukungan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Subang.
Literasi Kabupaten Subang
Ketua Komunitas Literasi Subang Bihari Berwibawa (Lisungbihwa), Arum Handayani, M.Pd., mengungkapkan stand yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah komunitas literasi yang selama ini aktif bergerak di bidang pendidikan dan kepenulisan.
"Ini merupakan stand gabungan dari beberapa komunitas, di antaranya Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang diketuai Ibu Susi, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPP) yang diketuai Pak Abbas, dan Komunitas Literasi Subang Bihari Berwibawa yang saya pimpin," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Menurutnya, ketiga komunitas tersebut telah menjalin sinergi dalam berbagai kegiatan literasi di Kabupaten Subang. Kolaborasi itu diwujudkan melalui penerbitan buku solo, buku antologi, serta berbagai karya tulis yang bertujuan mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan bermutu.
Melalui momentum Hardiknas 2026, komunitas-komunitas literasi tersebut juga menampilkan hasil karya para anggota sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Berbagai buku dan karya yang dipamerkan mendapat perhatian dari para pengunjung yang hadir.
Selain memamerkan karya literasi, Tim Literasi Kabupaten Subang yang diwakili Komunitas Lisungbihwa juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang berupa sebuah karya seni potret yang unik dan bernilai edukatif. Karya tersebut menampilkan gambar wajah Kepala Disdikbud Kabupaten Subang yang dibuat dari hasil daur ulang limbah plastik kresek.
Karya seni berbahan limbah kresek tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai seni dan edukasi.
Melalui karya tersebut, tim literasi ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Arum menjelaskan, pemberian karya tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dukungan dan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dalam mendorong berbagai program literasi di daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Ke depan, pihaknya berharap gerakan literasi di Kabupaten Subang semakin berkembang dengan hadirnya lebih banyak komunitas yang memiliki visi serupa. Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga sinergi dan fokus pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami akan terus konsisten dan berkomitmen membumikan literasi. Mudah-mudahan semakin banyak komunitas yang tumbuh, tetapi tetap bersatu dalam satu tujuan, yaitu mewujudkan Subang yang bermutu melalui literasi, menulis, dan berkarya," pungkasnya.(znl)
