Albert Anggara Soroti Dugaan Kasus Pencabulan di SMAN 1 Pamanukan: Jangan Biarkan Ulah Oknum Cemari Nama Sekolah

SUBANG - Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan oknum guru di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Subang, Albert Anggara Putra.
Albert menilai SMAN 1 Pamanukan selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Pantura. Karena itu, ia menyayangkan adanya dugaan tindakan yang dilakukan oleh oknum guru hingga mencoreng citra institusi pendidikan tersebut.
“SMAN 1 Pamanukan itu sekolah unggul, hanya tercoreng oleh oknum guru,” ujar Albert Anggara Putra.
Menurutnya, dugaan kasus tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dalam memastikan lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi para siswa.
Albert juga menyampaikan apresiasi kepada korban yang berani mengungkap persoalan tersebut. Menurut dia, keberanian korban untuk berbicara (speak up) merupakan langkah penting agar dugaan tindakan yang merugikan siswa dapat ditangani secara serius.
“Saya salut kepada korban yang sudah mau speak up terkait kasus ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah pihak sekolah yang disebut telah mengambil tindakan tegas menyikapi persoalan tersebut.
“Terima kasih kepada pihak sekolah sudah menindak tegas,” ucapnya.
Lebih lanjut, Albert mendorong agar penanganan kasus tidak berhenti pada proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat. Menurutnya, upaya pencegahan dan pengawasan di lingkungan sekolah juga harus diperkuat.
Ia mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk membangun lingkungan belajar yang aman, terbuka, dan memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami tanpa rasa takut.
“Jangan sampai ada lagi siswa yang menjadi korban. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar,” tegasnya.
Albert berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, pemerintah, hingga aparat penegak hukum, dapat bersama-sama melakukan pengawasan dan memastikan perlindungan terhadap siswa menjadi prioritas.
Sementara itu, dugaan perkara yang melibatkan oknum guru tersebut masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. (cdp)
