BUMDes dan Koperasi Desa di Subang Harus Selaras, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

PASUNDANEKSPRES.ID - Sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa dinilai menjadi kunci memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Forum BUMDes Kabupaten Subang, Nurul Mumin, saat menyoroti pentingnya kolaborasi dua lembaga ekonomi desa tersebut, Kamis (23/10/2025).
“BUMDes dan koperasi desa harus berlomba-lomba dalam kebaikan. Keduanya punya peran strategis bagi kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Nurul Mumin, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Forum BUMDes Subang
Nurul menegaskan, BUMDes dan koperasi memiliki peran yang saling melengkapi. Koperasi berorientasi pada pemberdayaan anggota dan masyarakat secara langsung, sedangkan BUMDes berfokus pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengelolaan aset dan potensi ekonomi lokal.
“Ada dua konsepsi penting. Pertama, masyarakat menjadi anggota koperasi dan mendapat manfaat ekonomi langsung. Kedua, BUMDes memberi pemasukan bagi desa lewat usaha produktif. Keduanya harus hadir bersama, saling menguatkan, dan berjalan selaras,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres.
Menurutnya, kolaborasi yang baik antara BUMDes dan koperasi akan memperkokoh fondasi ekonomi desa serta menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Sinergi ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat perputaran ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan luar.
“Jangan sampai koperasi dan BUMDes justru bersaing atau saling melemahkan. Mereka harus jadi dua sayap ekonomi desa yang terbang ke arah yang sama: kemajuan masyarakat,”katanya.
Selain itu, Nurul juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.
Ia menilai masih banyak BUMDes dan koperasi yang belum memahami mekanisme bisnis sehat dan partisipatif.
“Kunci suksesnya adalah penguatan tata kelola, hukum, manajemen usaha, dan transparansi. Forum BUMDes akan terus mendorong pelatihan dan pendampingan agar lembaga desa benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah daerah dan pihak swasta turut mendukung ekosistem ekonomi desa yang inklusif, di mana BUMDes dan koperasi menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi kerakyatan di Subang.
“Kalau sinergi ini berjalan, cita-cita membangun desa mandiri dan berdaya saing bukan lagi sekadar slogan,” pungkasnya.(hdi/ded)
