Bupati Subang: Giant Sea Wall Pantura jadi Harapan Masyarakat di Tengah Ancaman Rob

PASUNDANEKSPRES.ID - Banjir rob menjadi salah satu masalah yang harus diatasi. Menurut Bupati Kabupaten Subang, Reynaldy Putra Andita alias Kang Rey dalam pertemuan media di Ciater, pada Sabtu (20/12) menjelaskan bahwa masalah banjir rob perlu ditangani secara serius.
Ia menjelaskan bahwa dalam penanganan banjir rob, lintas kementerian dan lintas sektoral bisa bekerjasama.
Selain itu, ia menyebut bahwa pemerintah pusat telah membahas solusi jangka panjang untuk mengatasi rob yang semakin parah di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.
Salah satu rencana besar yang dibicarakan adalah pembangunan Giant Sea Wall di kawasan Pantura, yang membentang dari Banten hingga Surabaya.
"Kemarin begitu saya rapat dengan kementerian, memang Pak Presiden tidak omon-omon membahas tentang bagaimana bikin Giant Sea Wall yang ada di Pantura, yang mulai dari Banten sampai ke Surabaya," jelas Kang Rey dalam cuplikan video pertemuan media di Ciater, Sabtu (20/12).
Proyek raksasa ini diperkirakan membutuhkan anggaran hingga ribuan triliun rupiah dan direncanakan mulai masuk tahap perencanaan serta pembangunan pada tahun 2026.
Harapannya, Giant Sea Wall dapat menjadi solusi struktural untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman rob yang terus berulang setiap tahun.
Selama ini, penanganan rob yang dilakukan masih bersifat darurat, seperti penyaluran bantuan sosial atau bantuan makanan.
Meski penting untuk meringankan beban warga, langkah tersebut diakui tidak menyelesaikan masalah utama. Masyarakat tetap harus menghadapi dampak rob yang merusak rumah, jalan, dan aktivitas ekonomi mereka.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama melihat masyarakat yang semakin terdampak dan kelelahan menghadapi bencana berulang.
Karena itu, proyek Giant Sea Wall dipandang sebagai harapan baru, meski membutuhkan waktu, anggaran besar, dan komitmen kuat dari pemerintah pusat.
(ipa)
