DPMPTSP Ungkap Negara-Negara Asia yang Paling Banyak Berinvestasi di Subang

SUBANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang mengungkapkan bahwa investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Subang saat ini didominasi oleh investor dari negara-negara di Benua Asia.
PKPM (Penata Kelola Penanaman Modal) Ahli Madya DPMPTSP Subang, Wulan Ramdan Sari, mengatakan bahwa dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp19,2 triliun lebih, porsi investasi didominasi oleh PMA dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Menurutnya, investor yang menanamkan modal di Subang mayoritas berasal dari sejumlah negara Asia, seperti China, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan Jepang.
"Investasi di kita saat ini didominasi PMA, terutama dari negara China, Korea, Vietnam di Vinfast, Taiwan di Taifa dan di BYD itu Jepang dan China. Rata-rata didominasi negara-negara Asia, kalau yang Taifa itu karena peralihan dari Taiwan. Kalau investasi dari wilayah benua Eropa belum ada. Kemarin itu ada calon investor ke sini dari Taiwan juga," ujar Wulan saat ditemui di kantornya, Rabu (10/6/2026).
Wulan menjelaskan, pada tahun 2025 DPMPTSP Subang mendapat target investasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp10,5 triliun. Target tersebut berhasil dilampaui dengan realisasi investasi mencapai Rp18,2 triliun.
Sementara itu, pada tahun 2026 target investasi yang ditetapkan meningkat menjadi Rp19,2 triliun.
"Target investasi dari provinsi tahun 2025 sebesar Rp10,5 triliun, alhamdulillah realisasinya bisa mencapai Rp18,2 triliun. Jadi kita berhasil mencapai 100 persen lebih, melampaui target. Adapun untuk tahun 2026 target kita sebesar Rp19,2 triliun. Dan sampai triwulan kedua di bulan Juni ini, tadi hasil briefing sudah tercapai sekitar Rp3,2 triliun lebih," paparnya.
Meski hingga triwulan kedua capaian investasi baru mencapai sekitar Rp3,2 triliun, DPMPTSP optimistis target tahunan dapat tercapai.
"Cuma untuk target yang sekarang ini sebetulnya kita sudah punya gambaran bahwa investasi Subang saat ini meningkat ya, insyaallah tercapai target karena ada sekitar enam perusahaan sudah masuk. Cuma lagi diproses perizinannya, PBG-nya. Akhir tahun insyaallah tercapai target Rp19,2 triliun ini," kata Wulan.
Perusahaan Otomotif Asia
Ia menyebutkan, enam perusahaan yang sedang berproses tersebut mayoritas bergerak di sektor otomotif dan berada di kawasan industri.
"Enam perusahaan itu ada di kawasan industri, kebanyakannya perusahaan otomotif yakni Vinfast dan BYD, kawasannya di Surya Cipta. Kalau perusahaan manufaktur kurang, sekarang trennya perusahaan otomotif," jelasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris DPMPTSP Subang, Tian Muhartianto, juga menyatakan keyakinannya bahwa target investasi tahun 2026 dapat tercapai.
"Insyaallah kita yakin target tahun bisa tercapai, dan harus tercapai, bahkan tahun kemarin saja bisa melampaui target," ucapnya.(red)
