Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Fenomena Abrasi dan Rob di Desa Mayangan Subang: Perjuangan Nelayan Bertahan dari Pasang Laut

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|15:50 WIB
Bagikan:
Fenomena Abrasi dan Rob di Desa Mayangan Subang: Perjuangan Nelayan Bertahan dari Pasang Laut
Foto: Situasi Abrasi dan Rob di Desa Mayangan Subang. (Sumber: Screenshot via YouTube TRANS7 OFFICIAL/Edited via Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Fenomena abrasi dan banjir rob semakin nyata menjadi ancaman bagi masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu contoh paling gamblang terlihat di Desa Mayangan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Terletak di ujung utara Subang, desa ini dulunya dikenal sebagai sentra perikanan, dengan mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai nelayan tambak maupun nelayan laut.

Namun, perubahan drastis telah membuat laut perlahan merebut kembali daratan yang selama puluhan tahun menjadi ruang hidup warga.

Rob di Desa Mayangan Mengancam Kehidupan Sehari-hari

Desa Mayangan pernah menjadi wilayah yang produktif untuk perikanan. Kini, sekitar 80 persen warganya masih bergantung pada laut, meski ancaman rob dan abrasi datang hampir setiap hari.

Data lapangan menunjukkan lebih dari 300 hektar wilayah desa telah terendam air laut, termasuk jalan desa, tambak, dan lahan penghubung antarpermukiman yang dulunya bisa dilalui sepeda motor.

Dampak Abrasi dan Rob di Desa Mayangan

Abrasi dan rob yang melanda Desa Mayangan membawa dampak yang sangat nyata bagi kehidupan warga, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial.

Berikut lengkapnya:

  • Jalan desa berubah menjadi perairan dangkal.
  • Rumah warga terendam, menyebabkan kerusakan perabotan dan alat elektronik.
  • Aktivitas tambak terganggu, hasil panen menurun.
  • Listrik terpaksa dipadamkan saat genangan tinggi.
  • Warga harus mengungsi sementara ke rumah kerabat atau perahu.

Perubahan ini tidak terjadi tiba-tiba. Dulu, pasang laut masih wajar, tidak sampai masuk ke rumah.

Kini, ketinggian air semakin ekstrem, bisa mencapai 60 sentimeter hingga lebih dari satu meter, datang siang maupun malam tanpa prediksi pasti.

Dampak ini dirasakan paling nyata oleh para nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.

Kehidupan Nelayan di Tengah Rob

Melansir dari kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL dalam Episode "HILANGNYA DARATAN PESISIR UTARA SUBANG | INDONESIAKU (08/07/25) Part 1", bagi para nelayan, laut adalah sumber penghidupan sekaligus ancaman.

Selama puluhan tahun, para nelayan menangkap ikan di perairan dangkal yang kini tergenang rob.

Kondisi ini membawa paradoks: air laut yang masuk memudahkan menangkap ikan besar yang terbawa arus, tetapi rumah dan harta benda mereka terancam hilang.

Adapun upaya warga bertahan dalam masalah abrasi dan rob di Desa Mayangan adalah sebagai berikut:

  • Meninggikan lantai rumah hingga satu meter.
  • Menyimpan perabotan di tempat tinggi.
  • Mengungsi sementara ke tempat lebih aman saat rob tinggi.
  • Tidur di perahu saat malam hari di lokasi paling rawan seperti Dusun Pondok Bali.

Meskipun berat, banyak warga tetap memilih bertahan karena keterbatasan pilihan, salah satunya adalah Abah Daim, seorang nelayan yang masih tinggal di tempat tersebut.

Upaya Pemerintah Menangani Abrasi dan Rob di Desa Mayangan

Pemerintah desa membangun tanggul sepanjang 161 meter untuk meredam ombak. Namun, tanggul ini tentunya hanya sebagian solusi sementara.

Idealnya, perlindungan pesisir harus mencakup hingga satu kilometer agar seluruh kawasan permukiman aman dari rob dan abrasi.

Langkah yang bisa dilakukan:

  • Pembangunan tanggul lebih panjang dan kokoh.
  • Relokasi rumah warga ke lokasi lebih aman.
  • Rumah panggung untuk adaptasi terhadap pasang surut air.
  • Program perlindungan pesisir terpadu melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Abrasi dan rob di Desa Mayangan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan sosial dan kemanusiaan.

Selama solusi jangka panjang belum terealisasi, masyarakat akan terus hidup dalam kewaspadaan, menyesuaikan diri dengan pasang surut laut yang semakin tak terduga.

Rob di Desa Mayangan menjadi peringatan nyata bahwa perubahan lingkungan pesisir memengaruhi kehidupan manusia secara langsung dan tak bisa diabaikan.

(pm)

Berita Terbaru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle13 menit lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat1 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional1 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline8 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline13 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta13 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle15 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle16 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional17 jam lalu