Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hardiknas 2026 di POLSUB: Dari Upacara Khidmat hingga Gerakan Nyata Transformasi Pendidikan Berbasis Industri

H
Hadi MartadinataEditor: Indrawan Setiadi
|11:37 WIB
Bagikan:
Hardiknas 2026 di POLSUB: Dari Upacara Khidmat hingga Gerakan Nyata Transformasi Pendidikan Berbasis Industri
Upacara Hardiknas 2026 di POLSUB pada Senin 4 Mei 2026./dok.Humas POLSUB

PASUNDANEKSPRES.ID - Hardiknas 2026 di POLSUB dengan Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, tak sekadar seremoni di lingkungan Politeknik Negeri Subang. Di Kampus Cibogo, Senin (4/5/2026), momentum ini justru menjadi panggung penegasan arah baru pendidikan tinggi: lebih inklusif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Upacara Hardiknas 2026 di POLSUB berlangsung tertib dan penuh antusias ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban kolektif bangsa.

Bertindak sebagai pembina upacara Hardiknas 2026 di POLSUB, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum POLSUB, Nunu Nugraha Purnawan, membacakan amanat resmi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk menjawab tantangan global—mulai dari disrupsi digital, ketimpangan sosial, hingga krisis lingkungan yang kian kompleks.

“Perubahan dunia yang sangat cepat menuntut sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Perguruan tinggi harus menjadi motor transformasi,” demikian kutipan amanat yang dibacakan dalam upacara.

Pemerintah, melalui kebijakan pendidikan tinggi, menitikberatkan transformasi pada tiga pilar utama: (1) Perluasan akses pendidikan inklusif melalui bantuan dan beasiswa, (2) Penguatan kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat, (3) Peningkatan riset inovatif yang berdampak nyata.

Hardiknas 2026 di POLSUB Tak Sekedar Seremoni

Di tingkat institusi, POLSUB tidak tinggal diam. Usai upacara, Nunu menegaskan bahwa kampus vokasi tersebut tengah bergerak cepat mengimplementasikan arah kebijakan tersebut.

“Kami ingin POLSUB berperan aktif dalam mentransformasikan pendidikan, penelitian, hingga pengabdian. Perguruan tinggi bukan hanya ladang ilmu, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Langkah konkret itu terlihat dari pendekatan pembelajaran yang kini dikembangkan POLSUB, yakni project-based learning dan case method.

Model ini mendorong mahasiswa terjun langsung menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, bukan sekadar memahami teori di ruang kelas.

Tak hanya itu, program magang industri diperluas tanpa sekat sektor, termasuk melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mahasiswa didorong menjadi problem solver sejak dini, menghadapi dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.

Pendekatan serupa juga diterapkan dalam tugas akhir. Mahasiswa diarahkan bermitra dengan industri—baik skala kecil hingga besar—untuk menghasilkan solusi konkret atas persoalan yang ada.

Di bidang penelitian, POLSUB menekankan kolaborasi erat dengan mitra industri agar hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan langsung dimanfaatkan masyarakat. Integrasi riset dengan pengabdian menjadi strategi utama untuk memperluas dampak.

“Kolaborasi adalah kunci. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk bermitra. Harapannya, keberadaan POLSUB dapat memberikan kontribusi lebih luas, khususnya bagi Kabupaten Subang dan Indonesia,” tambah Nunu.

Peringatan Hardiknas di POLSUB tahun ini menunjukkan bahwa upacara bukan sekadar ritual tahunan. Ia menjadi refleksi sekaligus akselerasi perubahan—bahwa pendidikan tinggi harus hadir sebagai solusi nyata di tengah tantangan zaman.

Dengan langkah-langkah konkret yang mulai dijalankan, POLSUB menegaskan posisinya sebagai institusi vokasi yang tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Berita Terbaru

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline7 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle10 menit lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu