Harga Cabai di Subang Meroket Jelang Tahun Baru

PASUNDANEKSPRES.ID - Menjelang akhir tahun, harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Subang terpantau mengalami fluktuasi. Berdasarkan laporan resmi Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang per Selasa (30/12/2025), kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas sayuran dan cabai.
Operator Si Linda Jabar DKUPP Subang, Imas, mengungkapkan meskipun sebagian besar kebutuhan pokok masih relatif stabil, sektor hortikultura mengalami lonjakan harga akibat faktor cuaca, kendala distribusi, serta dinamika permintaan dan penawaran pasar.
“Faktor cuaca dan distribusi cukup berpengaruh terhadap pasokan sayuran dan cabai sehingga terjadi kenaikan harga,” ujar Imas kepada Pasundan Ekspres.
Komoditas dengan kenaikan tertinggi tercatat pada timun yang melonjak hingga 50 persen menjadi Rp6.000 per kilogram. Disusul cabai merah besar yang naik 20 persen menjadi Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau yang meningkat 14 persen hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.
Selain itu, bawang putih super mengalami kenaikan sebesar 9 persen menjadi Rp36.000 per kilogram. Sementara harga tomat merah dan tomat hijau masing-masing naik menjadi Rp10.000 dan Rp9.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga komoditas utama relatif stabil. Beras premium masih bertahan di harga Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras medium dijual Rp13.000 per kilogram.
Stabilitas harga juga terlihat pada sektor daging dan protein hewani. Daging sapi paha belakang dijual Rp140.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp38.000 per kilogram, serta telur ayam broiler di harga Rp31.000 per kilogram.
"Untuk minyak goreng, harga belum mengalami perubahan. Minyak goreng kemasan premium tetap di Rp22.000 per liter, sementara Minyak Kita bertahan di Rp17.500 per liter," jelasnya.
Pada komoditas perikanan, harga ikan kembung terpantau stabil di Rp40.000 per kilogram. Sedangkan ikan mas dan ikan nila masing-masing dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram.
DKUPP Subang terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut menjelang perayaan akhir tahun.(fsh/ded)
Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres
AKTIVITAS: Pedagang sayur di salah satu lapak Pasar Panjang, Subang.Harga cabai kembali meroket.
PASUNDANEKSPRES.ID - Menjelang akhir tahun, harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Subang terpantau mengalami fluktuasi. Berdasarkan laporan resmi Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang per Selasa (30/12/2025), kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas sayuran dan cabai.
Operator Si Linda Jabar DKUPP Subang, Imas, mengungkapkan meskipun sebagian besar kebutuhan pokok masih relatif stabil, sektor hortikultura mengalami lonjakan harga akibat faktor cuaca, kendala distribusi, serta dinamika permintaan dan penawaran pasar.
“Faktor cuaca dan distribusi cukup berpengaruh terhadap pasokan sayuran dan cabai sehingga terjadi kenaikan harga,” ujar Imas kepada Pasundan Ekspres.
Komoditas dengan kenaikan tertinggi tercatat pada timun yang melonjak hingga 50 persen menjadi Rp6.000 per kilogram. Disusul cabai merah besar yang naik 20 persen menjadi Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau yang meningkat 14 persen hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.
Selain itu, bawang putih super mengalami kenaikan sebesar 9 persen menjadi Rp36.000 per kilogram. Sementara harga tomat merah dan tomat hijau masing-masing naik menjadi Rp10.000 dan Rp9.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga komoditas utama relatif stabil. Beras premium masih bertahan di harga Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras medium dijual Rp13.000 per kilogram.
Stabilitas harga juga terlihat pada sektor daging dan protein hewani. Daging sapi paha belakang dijual Rp140.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp38.000 per kilogram, serta telur ayam broiler di harga Rp31.000 per kilogram.
"Untuk minyak goreng, harga belum mengalami perubahan. Minyak goreng kemasan premium tetap di Rp22.000 per liter, sementara Minyak Kita bertahan di Rp17.500 per liter," jelasnya.
Pada komoditas perikanan, harga ikan kembung terpantau stabil di Rp40.000 per kilogram. Sedangkan ikan mas dan ikan nila masing-masing dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram.
DKUPP Subang terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut menjelang perayaan akhir tahun.(fsh/ded)
