Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hari Lahir Pancasila, Andhika : Momentum Perkuat Ideologi Bangsa dan Kebijakan Pro-Rakyat

E
EgiEditor: Egi
|03:32 WIB
Bagikan:
Hari Lahir Pancasila, Andhika : Momentum Perkuat Ideologi Bangsa dan Kebijakan Pro-Rakyat
Anggota DPRD Jabar Komisi V Andhika Surya Gumilar

SUBANG–Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025 kembali menjadi momen refleksi kebangsaan bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila menghadirkan Burung Garuda Pancasila sebagai elemen utama, simbol negara yang mengandung filosofi mendalam tentang dasar dan arah kehidupan berbangsa.

Bagi Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V, Andhika Surya Gumilar, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai luhur bangsa, memperkuat semangat gotong royong, dan mewujudkan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam sila-sila Pancasila.

"Pancasila adalah rumah besar kita bersama, payung pemersatu segala perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Di tengah dinamika global dan tantangan sosial saat ini, memperkuat ideologi Pancasila menjadi hal yang sangat mendesak," kata Andhika Minggu (1/6).

Pemilihan Burung Garuda Pancasila sebagai simbol utama dalam peringatan tahun ini dianggap Andhika sebagai pengingat penting bahwa kekuatan bangsa Indonesia bukan hanya berasal dari sejarah perjuangan fisik, tetapi juga dari landasan ideologis yang kuat.

"Garuda Pancasila bukan sekadar lambang negara. Ia adalah representasi dari jati diri bangsa. Di dada Garuda terukir lima sila yang menjadi penuntun kita dalam bernegara, dan setiap bagian dari Garuda mengandung makna filosofis yang dalam," ujarnya.

Menurutnya, kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda yang kini tumbuh di era digital dan globalisasi.

"Pancasila harus hidup di ruang-ruang pendidikan, ruang publik, dan ruang kebijakan," tambahnya.

Sebagai anggota DPRD Jabar yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial dan pemberdayaan masyarakat, Andhika menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kebijakan-kebijakan pemerintah daerah.

Mulai dari pemerataan pendidikan, jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, hingga pemberdayaan ekonomi di desa-desa.

"Kalau kita bicara Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, itu tidak bisa hanya menjadi slogan. Harus diterjemahkan menjadi program nyata, seperti peningkatan akses pendidikan di daerah terpencil, bantuan untuk UMKM, serta kebijakan yang pro terhadap kelompok rentan," tegas Andhika.

Ia menambahkan Komisi V DPRD Jabar terus mendorong agar anggaran daerah dapat berpihak pada rakyat.

"Di Hari Lahir Pancasila ini, kita harus berani mengevaluasi: Apakah program-program kita di DPRD dan pemerintah provinsi sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila? Apakah sudah adil? Sudah merata?"

Andhika juga mengaitkan Pancasila dalam konteks lokal Kabupaten Subang. Dengan berkembangnya kawasan industri dan pariwisata di Subang, ia menilai perlindungan terhadap masyarakat lokal, keadilan sosial, dan pelestarian budaya lokal harus menjadi bagian dari pembangunan.

"Subang ini sedang tumbuh pesat. Tapi jangan sampai pertumbuhan itu timpang. Kita tidak ingin ada warga lokal yang tersingkir oleh pembangunan. Pancasila menuntun kita untuk menciptakan pembangunan yang adil dan merata," katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif lokal di Subang yang menjaga semangat gotong royong, seperti pelestarian budaya, gerakan sosial berbasis desa, dan partisipasi pemuda dalam pembangunan.

Di akhir pernyataannya, Andhika menyerukan agar generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam praktik kehidupan sehari-hari.

"Generasi muda jangan malu untuk jadi agen perubahan. Mulailah dari hal kecil: jujur, adil, peduli sesama, tidak membeda-bedakan teman karena latar belakangnya. Itulah Pancasila yang hidup dan membumi,' tegasnya.(hdi/sep)

HADU MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES

Berita Terbaru

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta1 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang4 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional4 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga4 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional4 jam lalu