Honor 8.000 Guru Ngaji Cair, Langsung ke Rekening, Pemkab Subang Kucurkan Rp9,6 Miliar

PASUNDANEKSPRES.ID - Setelah melewati proses panjang validasi data, honor untuk 8.000 guru ngaji resmi dicairkan. Pemkab Subang mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,6 miliar, dengan masing-masing guru ngaji menerima Rp1,2 juta per tahun.
Atam, salah satu penerima honor, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemda Subang. Honor ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres saat ditemui di kantor DPC FKDT Subang, Sabtu (29/11).
Hal senada disampaikan Laila Mudhoafah yang menilai bantuan tersebut sebagai bentuk penghargaan bagi para guru ngaji yang berperan mencerdaskan generasi dalam bidang agama.
Ketua DPC FKDT Subang, Agus Rahayu, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pencairan honor tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya disalurkan secara manual melalui forum, kini honor ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru ngaji.
Perubahan mekanisme tersebut membuat proses awal membutuhkan kerja lebih ekstra, terutama pada tahap validasi data.
“Validasi data memakan waktu tiga bulan, mulai dari pemeriksaan KTP, pencocokan identitas, hingga pembuatan buku rekening baru. Setelah itu, pengambilan honor bisa langsung dilakukan di Bank BJB,” kata Agus.
Ia mengakui tahap awal terasa melelahkan. Namun, mekanisme baru ini dinilai jauh lebih aman dan transparan.
“Tidak ada lagi pembagian manual yang rawan terlambat atau salah data. Semuanya tercatat dengan jelas,” tambahnya.
Program ini melibatkan tiga forum besar, yakni Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dan Forum Tenaga Honorer Madrasah Indonesia (FTHMI) yang menaungi ribuan guru ngaji di seluruh kecamatan.
Agus menilai jumlah penerima yang mencapai 8.000 orang menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperhatikan pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat.
Para guru ngaji menerima honor sebesar Rp100 ribu per bulan atau Rp1,2 juta per tahun. Meski nominalnya belum besar, program ini dinilai sebagai bentuk dukungan moral dari pemerintah.
“Kami mengapresiasi perhatian Pemda Subang. Semoga nominalnya bisa meningkat ke depan,” ujar Agus.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Subang atas dukungan kebijakan dalam proses penyaluran honor.
“Insyaallah tahun depan pencairan akan lebih cepat dan lebih mudah,” ucapnya.(hdi/ded)
