Kadisdikbud Subang Targetkan Pembangunan SD Ekologi Lembur Pakuan Rampung April 2026

PASUNDANEKSPRES.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung progres pembangunan SD Ekologi di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, pada Kamis (8/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan memantau perkembangan fisik bangunan di lapangan. Dalam tinjauannya, Heri Sopandi menyampaikan optimismenya bahwa sekolah berbasis lingkungan ini dapat segera dioperasikan dalam waktu dekat.
Heri menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan fisik terus dikebut. Ia menyebutkan bahwa struktur bangunan sudah mulai memasuki tahap penyelesaian bagian atas.
"Perlu diketahui bersama bahwa pada saat ini tahap pembangunan sudah naik ke atap. Pembangunan terus dikejar, mudah-mudahan lancar," ujar Heri di sela-sela peninjauannya kepada Pasundan Ekspres.
Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan SD Ekologi ini dapat diselesaikan pada kuartal kedua tahun ini. Fasilitas pendidikan ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan di Subang yang mengedepankan konsep selaras dengan alam.
"SD ini diharapkan dapat rampung pada bulan April 2026, mudah-mudahan dapat tercapai," tambahnya.
Selain memantau fisik bangunan, Kadisdikbud juga menekankan pentingnya legalitas dan administrasi pendukung. Pada hari yang sama, pihak dinas dijadwalkan melakukan pertemuan strategis guna membahas status penggunaan lahan sekolah tersebut.
"Hari ini juga kita akan melakukan rapat dengan komite, kemudian notaris, beserta pemilik lahan terkait penggunaan lahan ini," pungkas Heri.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa di masa depan tidak ada kendala administratif yang dapat mengganggu proses belajar mengajar di SD Ekologi Lembur Pakuan.
SD Ekologi Lembur Pakuan sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan unik di Kabupaten Subang yang mengusung konsep sekolah alam dan budaya. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar formal, melainkan sebuah laboratorium hidup bagi anak-anak untuk mengenal jati diri, lingkungan, dan kearifan lokal.
Menurut kabar yang beredar dari masyarakat setempat, sekolah ini diproyeksikan akan menggantikan SDN Sukasari 1, tempat belajar putri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Ni Hyang.(fsh/ded)
