Kang Rey Tegaskan Honor Guru Ngaji Langsung ke Rekening, Pemkab Subang Ubah Sistem Penyaluran

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan honor ribuan guru ngaji sebesar Rp9,6 miliar terlambat dicairkan karena adanya peruhan sistem.
Pihaknya tengah menyiapkan skema baru distribusi honor guru ngaji agar tidak lagi disalurkan melalui organisasi atau lembaga perantara.
“Saya mau honor untuk guru ngaji diterima langsung ke rekening masing-masing agar tepat sasaran. Tidak ditransfer melalui organisasi,” tegas Kang Rey kepada Pasundan Ekspres.
Menurutnya, perubahan sistem ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana hibah apresiasi bagi guru ngaji benar-benar diterima oleh penerima yang berhak, bukan pihak lain.
Bupati Reynaldy mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 8.000 guru ngaji yang tercatat sebagai penerima hibah. Namun, pemerintah daerah merasa perlu melakukan verifikasi ulang untuk memastikan keabsahan data dan menghindari potensi penyimpangan.
“Kami ingin memastikan apakah betul jumlahnya 8.000 guru ngaji. Jangan sampai asal bisa baca Al-Fatihah saja disebut guru ngaji,” ujarnya, disambut tawa para hadirin.
Kang Rey menegaskan, verifikasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Subang terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana hibah APBD.
“Uang ini bentuk kadedeuh, apresiasi pemerintah kepada para guru ngaji. Jadi harus betul-betul sampai ke tangan mereka. Yang pasti, sebelum akhir tahun ini honor sudah bisa diterima,” tambahnya.
Sementara itu, anggota DPRD Subang dari Fraksi PKB, A. Fauzi Ridwan, turut menyoroti keterlambatan pencairan honor tersebut. Ia meminta Pemkab segera menyalurkan dana sebelum tahun anggaran berganti.
“Dari laporan TAPD, proses verifikasi data guru ngaji sudah selesai. Jumlah penerima sekitar delapan ribu orang, dan kini tinggal menunggu pencairan,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, Pemkab Subang kini menggunakan mekanisme baru di mana pembayaran dilakukan langsung ke rekening penerima manfaat, bukan lagi melalui lembaga perantara.
“Skema baru ini lebih transparan dan akuntabel. Namun, kami mendorong agar administrasi dan teknis pencairan segera diselesaikan agar hak guru ngaji bisa segera diterima,” ujarnya.
Menurut Fauzi, guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di Subang. Karena itu, ia menilai pencairan honor tidak boleh berlarut-larut. (hdi/ded)
