Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kehidupan Warga di Desa Mayangan Subang, Bertahan di Tengah Ancaman Laut!

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|14:40 WIB
Bagikan:
Kehidupan Warga di Desa Mayangan Subang, Bertahan di Tengah Ancaman Laut!
Potret Desa Mayangan di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Image From: radarbogor.jawapos)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kehidupan warga di Desa Mayangan Subang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, cuaca buruk melanda Indonesia hingga mampu membawa dampak besar bagi wilayah pesisir.

Dampak tersebut dirasakan oleh para nelayan dan warga yang tinggal di garis pantai. Salah satu potret paling nyata bisa dilihat di Desa Mayangan, desa pesisir di ujung utara Kabupaten Subang, Jawa Barat. Simak mengenai kehidupan warga di Desa Mayangan. 

Kehidupan Warga di Desa Mayangan 

Dilansir dari YouTube TRANS7 OFFICIAL, Desa Mayangan dikenal sebagai sentra perikanan. Sekitar 80 persen warganya bekerja sebagai nelayan laut dan tambak.

Laut adalah sumber hidup, sekaligus ancaman yang setiap hari mereka hadapi. Kini, ancaman itu semakin nyata. Lebih dari 300 hektar wilayah Desa Mayangan telah terendam air laut, tergerus abrasi dan banjir rob yang terus berulang.

Daratan yang Hilang akibat Abrasi 

Untuk mencapai perairan dekat Pulau Burung, yang kini difungsikan sebagai kawasan hutan mangrove, perjalanan harus ditempuh dengan perahu. Padahal, jalur tersebut dulunya adalah jalan darat yang bisa dilalui sepeda motor.

Abrasi telah menghapus batas antara daratan dan lautan. Abrasi sendiri merupakan proses pengikisan wilayah pesisir pantai yang disebabkan oleh hantaman ombak, pasang surut, hingga arus laut.

Abrasi ini bisa disebabkan oleh faktor alam ataupun aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan lingkungan. 

Sementara itu, butuh waktu sekitar satu jam menyusuri perairan dangkal akibat abrasi untuk mencapai lokasi jaring nelayan.

Cuaca yang tidak menentu membuat aktivitas melaut semakin sulit. Perahu-perahu kecil kerap terbawa angin karena minim tumpuan, membuat nelayan harus ekstra waspada.

Rumah yang Terancam Tenggelam

Dulu, para nelayan hanya memasang jaring di pinggir pantai. Kini, akibat air laut yang semakin masuk ke datangan, nelayan justru bisa menangkap ikan-ikan besar yang terbawa arus rob, seperti kerapu.

Tapi ironisnya, kondisi yang menguntungkan di laut justru berbanding terbaik dengan keadaan di darat. Rumah-rumah warga kerap terendam air laut, terutama saat pasang besar di malam hari. 

Beberapa warga ada yang sampai meninggikan rumahnya. Sementara itu, pemerintah desa setempat telah membangun tanggul sepanjang 161 meter sebagai langkah darurat.

Meski cukup membantu, tanggul ini hanyalah solusi sementara. Dari target sekitar satu kilometer garis rawan, masih ada ratusan meter wilayah pemukiman yang belum terlindungi.

Sebelum ada tanggul, barang-barang milik warga sering hanyut tersapu ombak saat banjir rob datang. Sayangnya, sebagian besar rumah di Desa Mayangan bukan rumah panggung, sehingga air laut dengan mudah masuk ke dalam rumah.

Malam hari di Desa Mayangan adalah waktu penuh kecemasan. Warga berjaga, siap mengungsi kapan saja jika air naik lebih tinggi dari perkiraan. Banjir rob telah menjadi rutinitas yang terpaksa dinormalisasi, meski tanpa solusi jangka panjang yang jelas.

(ipa)

Berita Terbaru

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Headline28 menit lalu
Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga1 jam lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional2 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional3 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang4 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional5 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle6 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional16 jam lalu
Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Nasional16 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Nasional16 jam lalu