Kepemimpinan yang Tegas, Kang Dedi Mulyadi Hentikan Pungutan Masjid dan Beri Bantuan

PASUNDANEKSPRES.ID - Di Kabupaten Subang, sekelompok warga masih banyak yang melakukan penggalangan dana pembangunan masjid dengan cara meminta sumbangan di tengah jalan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, yaitu Kang Dedi Mulyadi alias KDM menunjukkan gaya kepemimpinannya yang lugas dan tanpa basa-basi. KDM menegur sekelompok warga menggalang dana pembangunan mesjid dengan cara meminta sumbangan di tengah jalan raya yang berada di salah satu kecamatan di Subang.
Pemandangan tersebut langsung mengundang perhatian. Sejumlah warga berdiri di badan jalan, menghentikan kendaraan yang melintas demi meminta uang receh. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan, praktik ini dinilai Kang Dedi sebagai tindakan yang melanggar aturan dan merendahkan martabat desa.
"Sudah ada aturan tidak boleh meminta di jalan, ngerakeun (malu)," ujar Kang Dedi di hadapan para warga tersebut yang dikutip dari YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL dengan judul "JALAN TERUS DIBANGUN - MINTA SUMBANGAN DI JALAN TERUS BERLANGSUNG| INI LANGKAH KDM".
Dalam diskusi bersama para warga, terungkap bahwa masjid bernama An-Nursalam telah dibangun selama sekitar satu tahun, namun belum juga rampung karena kekurangan dana. Masalah utama terletak pada pelunasan tanah dan minimnya tata kelola administrasi.
Kang Dedi kemudian mengurai persoalan satu per satu, seperti status kepemilikan masjid, aset tanah, hingga kejelasan siapa yang bertanggung jawab secara hukum. Ia menegaskan bahwa bantuan hanya bisa diberikan jika pengelolaan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah memastikan masjid tersebut merupakan milik masyarakat RW dan bukan yayasan pribadi, Kang Dedi menyatakan kesediaannya membantu. Bantuan sebesar Rp50 juta disiapkan, dengan rincian Rp43 juta untuk pelunasan tanah dan Rp7 juta untuk pembangunan fasilitas toilet, serta kebutuhan lainnya setelah diverifikasi.
Namun, bantuan tersebut disertai syarat tegas, di mana para warga mesti berhenti melakukan pungutan di jalan raya. Seluruh proses bantuan akan melalui rekening bendahara dan diverifikasi oleh petugas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Sikap Kang Dedi yang tegas, namun tetap memberikan solusi nyata ini mendapat respons antusias dari warga. Rasa haru dan lega tampak jelas ketika bantuan diumumkan.
(ipa)
