Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kiriman Uang Pekerja Migran Jadi Penopang Keluarga, Pos Indonesia Perluas Akses hingga Pelosok Subang

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|08:18 WIB
Bagikan:
Kiriman Uang Pekerja Migran Jadi Penopang Keluarga, Pos Indonesia Perluas Akses hingga Pelosok Subang
Kiriman Uang Pekerja Migran Jadi Penopang Keluarga, Pos Indonesia Perluas Akses hingga Pelosok Subang (Image From: Google View Street)

PASUNDANEKSPRES.ID - Bagi keluarga pekerja migran Indonesia (PMI), kiriman uang dari luar negeri bukan sekadar transaksi keuangan. Dana tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, mulai dari belanja rumah tangga, biaya pendidikan anak, hingga persiapan menyambut hari raya.

Kiriman Uang Pekerja Migran Jadi Penopang Keluarga

Di Kabupaten Subang, kemudahan mengakses kiriman uang lintas negara menjadi salah satu kebutuhan yang terus dilayani PT Pos Indonesia melalui jaringan kantor pos hingga wilayah pedesaan.

Kehadiran layanan remitansi internasional memungkinkan keluarga pekerja migran menerima kiriman uang tanpa harus memiliki rekening bank. Melalui Kantor Pos Cabang Subang, penerima dapat mencairkan dana dengan membawa identitas resmi dan kode transaksi yang diberikan kepada pengirim setelah proses transfer berhasil dilakukan.

Supervisor (SPV) Operasi Pelayanan Kantor Pos Cabang Subang, Agus Solihudin, menjelaskan bahwa layanan pengiriman uang internasional tersebut menggunakan sistem International Remittance atau Weselpos Lintas Negara yang terhubung dengan sejumlah mitra global.

Jaringan tersebut mencakup Western Union, MoneyGram, RIA Money Transfer, serta mitra digital lainnya. Melalui sistem ini, pekerja migran dapat mengirimkan uang dari negara tempat mereka bekerja untuk diterima keluarga di Indonesia.

“Proses pencairan dapat dilakukan dalam hitungan menit setelah pengiriman berhasil diproses, tanpa mengharuskan penerima memiliki rekening bank,” ujar Agus, dikutip dari Pasundan Ekspres, Selasa (13/10). 

Menurutnya, kemudahan tersebut menjadi nilai penting bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan. Penerima cukup mendatangi kantor pos dengan membawa KTP elektronik atau paspor serta PIN atau MTCN (Money Transfer Control Number) untuk menjalani proses verifikasi.

Selain pencairan tunai, dana kiriman juga dapat dialihkan ke rekening bank melalui fitur Cash to Account, sesuai dengan ketentuan dan ketersediaan layanan.

Jaringan Pelayanan Menjangkau 19 Wilayah

Kemudahan menerima uang dari luar negeri turut ditentukan oleh ketersediaan titik pelayanan yang dekat dengan tempat tinggal masyarakat. Di Kabupaten Subang, Pos Indonesia menyediakan layanan remitansi internasional melalui 19 Kantor Pos Cabang Pembantu (KCP).

Jaringan tersebut tersebar di Pagadenbaru, Binong, Pamanukan, Pusakanagara, Sukamandi, Cipunagara, Compreng, Blanakan, Pasirbungur, Pabuaran, Patokbeusi, Cikaum, Tambakdahan, Kalijati, Cipeundeuy, Jalancagak, Sagalaherang, Cisalak, dan Tanjungsiang.

Sebaran kantor pelayanan ini menjadi bagian penting dalam memudahkan keluarga PMI mengakses dana kiriman tanpa harus selalu pergi ke pusat kota. Bagi masyarakat di wilayah pedesaan, keberadaan layanan yang lebih dekat dapat membantu menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Secara internasional, jaringan remitansi Pos Indonesia menjangkau lebih dari 50 negara melalui mitra yang terhubung. Adapun kiriman uang yang diterima masyarakat Subang antara lain berasal dari Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Transaksi Meningkat Menjelang Lebaran

Besarnya kebutuhan keluarga PMI terhadap layanan tersebut terlihat dari aktivitas transaksi di Kantor Pos Cabang Subang. Jumlah transaksi remitansi tercatat mencapai ribuan setiap bulan, dengan peningkatan yang cukup signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Agus menyebutkan, berdasarkan catatan historis operasional, pencairan uang dari luar negeri menjelang Lebaran pernah menembus lebih dari 6.000 transaksi dalam periode singkat.

Lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan keluarga untuk mempersiapkan berbagai keperluan hari raya. Pada periode ini, kiriman dari anggota keluarga yang bekerja di luar negeri menjadi salah satu sumber dana yang dinantikan.

Dari sisi penerima, layanan remitansi juga memberikan kemudahan karena dana dapat dicairkan secara tunai dan penerima tidak dikenai potongan biaya administrasi pencairan sesuai ketentuan layanan. Nominal yang diterima mengikuti jumlah kiriman setelah dikonversi ke rupiah.

Meski demikian, kelancaran transaksi tetap bergantung pada ketepatan data pengiriman dan proses verifikasi. Perbedaan penulisan nama penerima dengan identitas resmi, misalnya, dapat menyebabkan pencairan tertunda sampai data diklarifikasi.

Gangguan jaringan internet di sejumlah wilayah juga terkadang menghambat validasi kode transaksi secara waktu nyata. Karena itu, ketelitian pengisian identitas sejak awal menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pekerja migran ketika mengirimkan uang kepada keluarganya.

Digitalisasi dan Edukasi Jadi Arah Pengembangan

Untuk memperluas akses layanan keuangan, Pos Indonesia turut mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PosPay. Aplikasi tersebut menyediakan beragam layanan, termasuk pengiriman uang, transfer dana, pembayaran tagihan, dan transaksi QRIS.

Pengembangan layanan digital diharapkan dapat memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat. Namun, perluasan akses tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada pemahaman pengguna mengenai prosedur transaksi dan keamanan data.

Agus mengatakan, edukasi kepada calon pekerja migran sebelum keberangkatan menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat, terutama terkait ketepatan penulisan identitas pengirim dan penerima. Pos Indonesia juga berupaya meningkatkan kemampuan petugas serta agen pelayanan untuk mendukung kelancaran transaksi.

Ke depan, rencana perluasan outlet hingga tingkat desa diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan remitansi kepada masyarakat. Dengan jaringan pelayanan yang lebih luas dan dukungan digitalisasi, keluarga PMI di Kabupaten Subang diharapkan dapat menerima kiriman uang secara lebih mudah dan efisien.

Pada akhirnya, layanan remitansi tidak hanya berperan sebagai sarana pemindahan dana lintas negara. Bagi keluarga pekerja migran, akses yang mudah terhadap uang kiriman juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga di kampung halaman.

(ipa)

Berita Terbaru

DPRD Subang Terima Aduan Dugaan Gudang Limbah di Sukamelang Subang

DPRD Subang Terima Aduan Dugaan Gudang Limbah di Sukamelang Subang

Headline15 menit lalu
Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi Lagi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi Lagi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Nasional20 menit lalu
Penutupan Bandara Riyadh Ganggu Jalur Udara Eropa-Asia, Maskapai Global Ubah Strategi Penerbangan

Penutupan Bandara Riyadh Ganggu Jalur Udara Eropa-Asia, Maskapai Global Ubah Strategi Penerbangan

Nasional39 menit lalu
Kiriman Uang Pekerja Migran Jadi Penopang Keluarga, Pos Indonesia Perluas Akses hingga Pelosok Subang

Kiriman Uang Pekerja Migran Jadi Penopang Keluarga, Pos Indonesia Perluas Akses hingga Pelosok Subang

Subang57 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ciptakan Kamtibmas, Kapolsek Pusakanagara Jaga Kondusifitas jelang Pilkades

Ciptakan Kamtibmas, Kapolsek Pusakanagara Jaga Kondusifitas jelang Pilkades

Subang13 jam lalu
Tak Hanya Tegakan Aturan, Kapolres Purwakarta: Tugas Polisi Mengayomi dan Menolong Masyarakat

Tak Hanya Tegakan Aturan, Kapolres Purwakarta: Tugas Polisi Mengayomi dan Menolong Masyarakat

Purwakarta13 jam lalu
Transaksi Tembus Ribuan per Bulan, Pos Indonesia Layani Remitansi Lebih 50 Negara

Transaksi Tembus Ribuan per Bulan, Pos Indonesia Layani Remitansi Lebih 50 Negara

Subang14 jam lalu
Cara Pakai Fitur Meta AI WhatsApp, Bisa Tanya Apa Saja

Cara Pakai Fitur Meta AI WhatsApp, Bisa Tanya Apa Saja

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat

Nasional16 jam lalu
6 Cara Tidur Cepat dalam 30 Detik, Coba Teknik Pernapasan hingga Metode Militer

6 Cara Tidur Cepat dalam 30 Detik, Coba Teknik Pernapasan hingga Metode Militer

Lifestyle16 jam lalu