Kisah Warga Desa Mayangan Subang Di Tengah Ancaman Banjir Rob dan Abrasi Laut

PASUNDANEKSPRES.ID - Fenomena banjir rob yang kerap melanda kawasan pantai utara Jawa menjadi tantangan berat bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, termasuk Desa Mayangan di Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang.
Desa Mayangan merupakan salah satu desa yang berada di ujung utara Kabupaten Subang yang kini menghadapi masalah serius akibat abrasi laut dan banjir rob dari Laut Jawa.
Penduduk desa Mayangan kerap kali mengalami banjir rob setiap tahunnya akibat abrasi berkepanjangan sejak tahun 2006 yang menenggalamkan ratusan hektare lahan di desa tersebut.
Lebih dari 300 hektare kawasan Desa Mayangan telah terendam air laut yang mengancam para nelayan dan masyarakat pesisir pantai.
Salah satu warga desa Mayangan bernama Daim yang telah lama tinggal di desa tersebut selama puluhan tahun merasa khawatir dengan kondisi Desa Mayangan yang semakin tergerus abrasi yang juga mengancam tempat tinggalnya.
"Kalau takut sih takut ya, tapi ya namanya usaha seperti ini. Memang kadang-kadang ngeri kalau air pasang besar itu, ya orang itu udah siap keluar semua," ucap Daim dalam tayangan acara Indonesiaku yang diunggah YouTube Trans7 Official, yang dikutip pada Senin (22/12/2025).
Meski begitu, Daim belum ingin pindah ke tempat lain meski banjir rob terus menerjang tempat tinggalnya mengingat dirinya telah lama terlahir sebagai warga pesisir pantai yang menggantungkan hidupnya dari hasil menangkap ikan.
Adapun tempat tinggal Abah Daim itu dibangun di atas tanggul sementara yang membantu menahan air laut pasang yang dibangun oleh pemerintah desa setempat.
Daim berharap, pemerintah daerah dapat memberikan solusi dan bantuan kepada masyarakat pesisir yang terdampak banjir rob, misalnya rumah panggung.
"Kalau di bantu pemerintah kan bisa, setiap tahun itu mungkin agak kerendahan (tanah) gitu, ini rumah saya tahun depan mah mungkin udah kelelep (tenggelam)," katanya.
Lebih lanjut, salah satu anggota BPBD yang bertugas di Desa Mayangan, Didin mengungkapkan banjir rob yang kerap terjadi di desa tersebut terjadi akibat pendangkalan daratan yang masif sehingga membuat desa kehilangan seperempat wilayah daratan.
Tetangga Desa Mayangan yaitu Desa Legonwetan juga mengalami hal serupa yang mana dua desa ini menjadi wilayah paling rawan tenggelam di sepanjang garis pantura Kabupaten Subang. (inm)
