Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Subang Siapkan Extra Dropping LPG 3 Kg

C
|19:00 WIB
Bagikan:
Pemkab Subang Siapkan Extra Dropping LPG 3 Kg
Pemkab Subang, Sat Intelkan Polres Subang, dan Hiswana Migas saat rapat koordinasi membahas soal dropping LPG 3 kg.(Cindy DEsita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang mengantisipasi potensi kelangkaan gas LPG 3 kg di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan selama musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajukan tambahan pasokan (extra dropping) serta menyiapkan surat edaran kepada agen LPG agar penyaluran sesuai dengan ketentuan penerima manfaat.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar menyampaikan, peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram terjadi di beberapa kecamatan karena tabung bersubsidi tersebut banyak digunakan sebagai bahan bakar pompa penyedot air untuk kebutuhan irigasi pertanian. 

LPG 3 Kg Banyak Digunakan Sebagai Bahan Bakar Pompa

"Wilayah yang sudah kami ajukan extra dropping di antaranya Kecamatan Cibogo, Pusakanagara, Compreng, dan Pusakajaya. Kami sudah meminta tambahan pasokan karena gas LPG 3 kg banyak digunakan sebagai bahan bakar pompa penyedot air," terangnya saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan tersebut bukan disebabkan terganggunya distribusi dari Pertamina, melainkan meningkatnya konsumsi masyarakat di tengah kondisi kemarau yang memaksa petani menggunakan pompa air lebih intensif. 

"Kalau dikomunikasikan dengan Pertamina, gas LPG 3 kilogram tidak langka dan tidak ada keterlambatan distribusi. Penyalurannya normal. Hanya saja kebutuhan masyarakat meningkat karena sebagian digunakan untuk alat penyedot air," katanya.

Selain mengusulkan tambahan pasokan, Pemkab Subang juga tengah menyusun surat edaran atau imbauan kepada seluruh agen LPG 3 kilogram agar penjualan gas bersubsidi dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Khairil menjelaskan, agen akan diminta tidak menjual LPG subsidi kepada petani yang mengelola lahan lebih dari 0,5 hektare karena terdapat ketentuan mengenai sasaran penerima subsidi. 

"Sekarang kami sedang membuat surat edaran atau imbauan kepada agen LPG agar tidak menjual kepada petani yang memiliki lahan di atas 0,5 hektare karena sudah ada ketentuan mengenai petani sasaran," jelasnya.

Ia menambahkan, langkah antisipatif tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar distribusi LPG subsidi tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polres Subang, Hiswana Migas, DKUPP, dan pihak terkait lainnya. Bahkan kami lebih dulu mengajukan permohonan extra dropping ke beberapa kecamatan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan," pungkasnya.(cdp/sep)

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga11 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline30 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline50 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle53 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu