Pemkab Subang Siapkan Extra Dropping LPG 3 Kg

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang mengantisipasi potensi kelangkaan gas LPG 3 kg di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan selama musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajukan tambahan pasokan (extra dropping) serta menyiapkan surat edaran kepada agen LPG agar penyaluran sesuai dengan ketentuan penerima manfaat.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar menyampaikan, peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram terjadi di beberapa kecamatan karena tabung bersubsidi tersebut banyak digunakan sebagai bahan bakar pompa penyedot air untuk kebutuhan irigasi pertanian.
LPG 3 Kg Banyak Digunakan Sebagai Bahan Bakar Pompa
"Wilayah yang sudah kami ajukan extra dropping di antaranya Kecamatan Cibogo, Pusakanagara, Compreng, dan Pusakajaya. Kami sudah meminta tambahan pasokan karena gas LPG 3 kg banyak digunakan sebagai bahan bakar pompa penyedot air," terangnya saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres.
Menurutnya, lonjakan kebutuhan tersebut bukan disebabkan terganggunya distribusi dari Pertamina, melainkan meningkatnya konsumsi masyarakat di tengah kondisi kemarau yang memaksa petani menggunakan pompa air lebih intensif.
"Kalau dikomunikasikan dengan Pertamina, gas LPG 3 kilogram tidak langka dan tidak ada keterlambatan distribusi. Penyalurannya normal. Hanya saja kebutuhan masyarakat meningkat karena sebagian digunakan untuk alat penyedot air," katanya.
Selain mengusulkan tambahan pasokan, Pemkab Subang juga tengah menyusun surat edaran atau imbauan kepada seluruh agen LPG 3 kilogram agar penjualan gas bersubsidi dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Khairil menjelaskan, agen akan diminta tidak menjual LPG subsidi kepada petani yang mengelola lahan lebih dari 0,5 hektare karena terdapat ketentuan mengenai sasaran penerima subsidi.
"Sekarang kami sedang membuat surat edaran atau imbauan kepada agen LPG agar tidak menjual kepada petani yang memiliki lahan di atas 0,5 hektare karena sudah ada ketentuan mengenai petani sasaran," jelasnya.
Ia menambahkan, langkah antisipatif tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar distribusi LPG subsidi tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polres Subang, Hiswana Migas, DKUPP, dan pihak terkait lainnya. Bahkan kami lebih dulu mengajukan permohonan extra dropping ke beberapa kecamatan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan," pungkasnya.(cdp/sep)
