Pemkab Subang Siapkan Mitigasi Antisipasi El Nino

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemkab Subang tengah mempersiapkan langkah mitigasi dan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang (El Nino Godzilla) dan penanganan sampah di wilayah itu.
Bupati Subang Reynaldy mengatakan, telah mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak bencana kemarau panjang tahun 2026 di Provinsi Jawa Jawa Barat yang bertempat di Aula Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).
Rakor ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Barat, para Dandim dan jajaran Kodam III/Siliwangi.
Forum koordinasi ini merupakan bentuk sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperkuat kolaborasi penanganan sampah terpadu serta mitigasi dampak kemarau panjang.
"Selain membahas antisifasi potensi dampak bencana kemarau panjang atau El Nino Godzilla. Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau panjang ini diperkirakan bakal terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu, dalam rakor ini dibahas juga terkait penanganan sampah di wilayah Jawa Barat," terang Reynaldy kepada Pasundan Ekspres.
Dalam hal ini, TNI AD siap mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat serta berbagai langkah mitigasi lainnya guna mengurangi dampak kekeringan.
"Tak hanya TNI -Polri, tentunya dalam antisipasi menghadapi El Nino tahun ini perlu kolaborasi, mulai dari pemerintahan desa, kecamatan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, utamanya di wilayah rawan terdampak kemarau terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Antisipasi Dampak El Nino
Menurut Reynaldy, pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang dalam upaya antisipasi dampak El Nino, terutama potensi kebakaran.
"Ke BPBD Subang juga menyampaikan kondisi titik titik wilayah yang kerap mengalami kekurangan air bersih, termasuk di titik titik rawan terjadi kebakaran, " kata Reynaldy.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau panjang sebagai respons prediksi BMKG Musim Kemarau 2026.
"Langkah antisipasinya secara lintas sektoral dengan menyiapkan sumur bor, embung (ppenampung air). Sedikitnya ada 15 sumur bor yang tersebar di wilayah Subang, baik di wilayah selatan, tengah dan di wilayah Pantura Subang , "ujar Kepala Pelaksana BPBD Subang Udin Jazudin saat dihubungi.
Selain sumur bor, kata dia, bagi kebutuhan air di lahan pertanian juga perlu diperhatikan, sehingga perlu disiapkan embung embung sebagai langkah antisipasi.
"Salah satu antisipasi lainnya adalah potensi kebakaran yang cukup riskan terjadi di musim kemarau. Makanya perlu langkah mitigasi dengan mengingatkan maupun mengimbau masyarakat tetap berhati hati dan waspada terhadap hal hal pemicu terjadinya kebakaran," katanya.(hdi/sep)
