Persiapan Peringatan HUT RI, Kesbangpol Subang Matangkan Paskibraka 2026

PASUNDANEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus mengoptimalkan program strategis daerah, salah satunya pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Subang, Dr. Aep Saepudin, S.Pd., M.M.Pd., M.Pd., mengatakan optimalisasi dimulai dari pembenahan internal organisasi. Seluruh bidang didorong agar berfungsi maksimal demi meningkatkan efektivitas dan kinerja lembaga.
“Perbaikan terhadap kekurangan menjadi prioritas agar potensi yang ada bisa dimaksimalkan. Penguatan internal ini penting untuk mendukung program strategis daerah,” ujarnya.
Menurut Dr. Aep, program Paskibraka 2026 menjadi fokus utama karena memiliki nilai strategis dalam menumbuhkan nasionalisme, disiplin, dan karakter kebangsaan generasi muda. Pembentukan Paskibraka dirancang secara menyeluruh, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, rekrutmen peserta, seleksi ketat, hingga pembinaan dan pelatihan intensif.
"Tujuan akhirnya adalah menampilkan Paskibraka terbaik Kabupaten Subang pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih, 17 Agustus 2026, di Alun-alun Subang, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81," jelasnya kepada Pasundan Ekspres.
Sebagai bagian dari persiapan awal, Kesbangpol Subang telah mengikuti rapat koordinasi nasional yang melibatkan kepala daerah serta kepala badan Kesbangpol kabupaten, kota, dan provinsi se-Indonesia. Rapat tersebut membahas isu-isu strategis kebangsaan serta arah kebijakan nasional.
Dalam forum tersebut juga dibahas rencana pembentukan Forum Siswa Pengibar Bendera (Fosfiber) yang mulai dikembangkan secara nasional dan diharapkan dapat diimplementasikan hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Subang.
Terkait teknis pelaksanaan, Dr. Aep menyebutkan setelah rapat koordinasi akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis sebelum masuk ke tahap aksi. Rekrutmen Paskibraka dijadwalkan mulai dibuka sekitar Februari 2026, disertai pengumuman resmi kepada masyarakat.
Ia menegaskan proses seleksi akan dilakukan secara objektif, selektif, dan transparan, dengan mengedepankan potensi serta kompetensi peserta.
“Setiap tahun harus lebih baik dari sebelumnya. Tahun 2026 kami targetkan menjadi yang terbaik. Ini bukan hanya soal tampil saat upacara, tetapi membentuk karakter, disiplin, dan jiwa kebangsaan generasi muda Subang,” pungkasnya. (znl/ded)
