Perumda Tirta Rangga Subang Pulihkan Akses Air Bersih untuk Korban Bencana di Cibago

PASUNDANEKSPRES.ID - Perumda Tirta Rangga Subang bergerak cepat menangani kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana di Kampung Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak Pada Selasa (9/12/2025).
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga, Lukman, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Lukman mengatakan salah satu dampak paling mendesak dari bencana tersebut adalah terganggunya akses air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya bersama tim teknis segera melakukan pemetaan dan survei sumber air di kawasan tersebut.
“Setelah meninjau lokasi, kita akan fokus pada pemulihan air bersih karena ini kebutuhan paling urgent untuk masyarakat. Kami sudah survei sampai ke sumber air, yaitu air terjun Cibago. Debitnya cukup besar dan sangat potensial,” ucap Lukman.
Tidak hanya untuk kebutuhan tanggap darurat, Perumda Tirta Rangga juga berencana mengembangkan pemanfaatan sumber air Cibago untuk jangka panjang. Mulai dari infrastruktur, jaringan pipa, kapasitas bak penampung, hingga skema kerja sama dengan pemerintah desa akan disiapkan agar kebutuhan air bersih warga lebih aman dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan fasilitas air bersih ini aman. Kami tidak ingin ketika terjadi bencana, masyarakat kembali kehilangan akses air. Sistem jaringan pipa pun akan dipikirkan agar tidak terkena longsoran,” tegasnya.
Dari hasil pemetaan awal, terdapat 160 Kepala Keluarga yang terdampak langsung krisis air bersih. Tirta Rangga menargetkan penanganan segera dilakukan, bahkan dimulai pada hari yang sama.
“Hari ini juga tim teknik kami langsung action. Kami suplai kebutuhan air bersih dan benahi jaringan perpipaan bekerja sama dengan pemerintah desa,” tambah Lukman.
Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Rangga Subang, Nana Ruhana, ST., menjelaskan lebih rinci hasil survei teknis di lapangan. Dia menyebut jarak dari sumber air di Curug Cibago ke bak penampung pertama adalah 53 meter, sementara dari bak pertama ke bak kedua sekitar 43 meter.
Selain itu, terdapat pipa paralel berdiameter 40 mm yang mengalami kerusakan kurang lebih 70 meter. Namun kondisi tersebut masih bersifat eksisting, dan akan direvisi sesuai kebutuhan ideal berdasarkan perencanaan baru.
“Nanti setelah kita petakan trek dan kebutuhan optimalnya, sistem perpipaannya akan kami desain ulang agar lebih efisien dan merata. Saat ini sistem distribusi air masih belum optimal, dan ini yang akan kami uraikan satu per satu,” jelas Nana.
Kepala Desa Mayang, Usman Suhendi, mengungkapkan krisis air bersih telah dialami warga selama enam hari sejak bencana terjadi pada Kamis lalu. Kerusakan pipa utama membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga bahkan terpaksa menggunakan air selokan untuk mencuci dan kebutuhan dasar lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PDAM dan Pak Bupati Subang. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami, hampir 600 jiwa dan 160 KK sedang dalam kondisi darurat,” kata Usman.
Perumda Tirta Rangga Subang menargetkan pemulihan akses air bersih dapat selesai dalam dua hari.
Kunjungan dan peninjauan lapangan tersebut turut didampingi Kasi Trantib Kecamatan Cisalak, A. Ojang, S.E.(hdi)
