Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Petani Desa Rangdu Gropyokan Hama Tikus, Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Subang

E
EgiEditor: Egi
|06:30 WIB
Bagikan:
Petani Desa Rangdu Gropyokan Hama Tikus, Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Subang
Pemdes  Rangdu Kecamatan Pusakajaya bareng petani saat gropyokan tikus menjelang musim tanam padi, Selasa (21/1).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Sebagai upaya menekan serangan hama tikus dan juga populasinya, Pemdes Desa Rangdu Kecamatan Pusakajaya bersama petani yang tergabung dalam Gapoktan melakukan gropyokan di blok sawah petani, dengan cara tradisional.

Gerakan Pengendalian Hama Tikus yang berlokasi di blok tanah kas desa (Bengkok) ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Rangdu Dunengsih bersama PPL, Pengendali OPD, RT, RW,  LPMD, perangkat desa, serta Karang Taruna dan petani penggarap.

Kegiatan gropyokan tikus tersebut menggunakan alat tradisional dan alat emposan yang berbentuk seperti knalpot. Alat tersebut terdiri dari sebuah alat sederhana yang mirip dengan fogging. Isinya terdiri dari bubuk belerang, jerami kering, atau areng yang kemudian dibakar dan dimasukkan ke lubang rumah tikus.

Ketua Gapoktan Herman S mengatakan, gerakan pengendalian hama tikus tersebut  dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Hal ini sebagai upaya petani bersama Pemdes dalam rangka mengamankan produktivitas pertanian dari serangan hama tikus. 

"Saya ucapkan terimakasih atas dukungan baik dari pemerintah desa maupun PPL dan Pengendali OPT yang telah membantu para petani dalam pemberantasan hama tikus. Saya juga mengharapkan kegiatan ini menjadi agenda yang berkesinambungan mengingat tikus merupakan hama sepanjang musim," kata Herman.

Sementara itu Kepala Desa Rangdu Dunengsih menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi populasi tikus yang merusak hasil tanaman padi petani. "Kami melaksanakan gropyokan tikus sebagai upaya pengendalian yang aman dan efektif. Metode ini telah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat lokal, dan hasilnya terbukti sangat efektif," ujar Dunengsih.

Satu-satunya Kades perempuan di Kecamatan Pusakajaya ini menegaskan, pentingnya menggunakan metode pengendalian tikus yang tidak berbahaya dan tidak melanggar hukum. Diapun juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan aliran listrik atau metode lain yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka sendiri. 

"Pemakaian aliran listrik dalam pengendalian tikus sangat berbahaya dan melanggar hukum. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengadopsi metode tradisional yang aman seperti gropyokan tikus, dengan alat sederhana," pungkasnya.(dan/sep)

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline6 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle7 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang8 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional10 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle11 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional12 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline12 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline14 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle15 jam lalu