POLSUB: Hardiknas Momentum Perkuat Komitmen Pendidikan

PASUNDANEKSPRES.ID - Di tengah pusaran disrupsi digital dan tantangan global yang kian kompleks, institusi pendidikan vokasi dituntut untuk melampaui batas-batas ruang kelas. Semangat inilah yang terpancar dari Kampus Cibogo saat Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-78, Senin (4/5/2026).
Bukan sekadar seremoni rutin, momentum tahun ini menjadi manifestasi POLSUB dalam menggaungkan tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Pesan ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental sekaligus kewajiban kebangsaan yang harus dikelola secara inklusif dan adil.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum POLSUB, Nunu Nugraha Purnawan, S.Pd., M.Kom., membacakan amanat resmi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto. Dalam pesan tertulisnya, ia menekankan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi “badai” perubahan, mulai dari ketimpangan sosial hingga krisis lingkungan.
Untuk menghadapinya, transformasi pendidikan tinggi diarahkan pada tiga pilar utama, yakni perluasan akses melalui bantuan pendidikan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta riset inovatif yang berdampak nyata bagi publik.
“Kami ingin POLSUB berperan aktif mentransformasikan pendidikan, penelitian, hingga pengabdian. Eksistensi perguruan tinggi bukan hanya sebagai ladang ilmu, tetapi harus memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar Nunu Nugraha usai upacara kepada Pasundan Ekspres.
Langkah nyata POLSUB dalam menerjemahkan visi tersebut terlihat dari pergeseran paradigma pembelajaran yang kini diterapkan. Kampus ini mengakselerasi pendekatan project-based learning (PBL) dan case method. Melalui model ini, mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi pendengar pasif, melainkan aktor utama dalam menyelesaikan persoalan riil di lapangan.
Tak hanya di ruang kelas, kebijakan magang industri juga diperluas tanpa sekat. Mahasiswa didorong untuk terjun ke berbagai sektor, mulai dari korporasi besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Mahasiswa diarahkan untuk menjadi problem solver. Bahkan dalam tugas akhir, mereka didorong untuk bermitra langsung dengan pelaku industri dan kelompok produktif. Tujuannya jelas, ilmu yang didapat harus menjadi solusi atas kendala nyata yang dihadapi mitra,” tambahnya.
POLSUB Tinggalkan Pola Riset "Menara Gading"
Di sektor penelitian, POLSUB mulai meninggalkan pola riset “menara gading” yang hanya berakhir di perpustakaan. Integrasi antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kini menjadi keharusan. Hasil inovasi dosen dan mahasiswa dituntut memiliki daya guna yang dapat langsung diserap oleh masyarakat maupun industri.
Menutup rangkaian peringatan Hardiknas, Nunu menegaskan bahwa pintu kolaborasi di POLSUB terbuka lebar bagi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini selaras dengan upaya institusi untuk memperkuat kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Subang khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“POLSUB terus membuka ruang sinergi seluas-luasnya. Kami ingin kehadiran kampus ini menjadi mesin penggerak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Upacara yang berlangsung khidmat di bawah sinar matahari pagi Subang tersebut diikuti oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, yang kompak mengenakan atribut kebanggaan sebagai simbol kesiapan menyongsong masa depan pendidikan tinggi yang lebih cerah. (dan/ded)
