Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Protes Kandang Ayam di Ciasem Baru Makin Panas, Warganet Ikut Bereaksi Keras: “Jangan di Tengah Permukiman!"

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|09:51 WIB
Bagikan:
Protes Kandang Ayam di Ciasem Baru Makin Panas, Warganet Ikut Bereaksi Keras: “Jangan di Tengah Permukiman!"
Warga Babakan ‘kepung’ Desa, Tuntut Kandang Ayam BUMDes Angkat Kaki - FOTO-/warta.in/lalat-vs-citra-medsos

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.ID - Gelombang penolakan terhadap keberadaan kandang ayam petelur di Desa Ciasem Baru semakin meluas. Tak hanya warga yang turun langsung mendatangi kantor desa, reaksi keras juga membanjiri media sosial. Sejumlah warganet secara terbuka menyuarakan keluhan dan tuntutan agar kandang ayam tersebut dipindahkan jauh dari permukiman warga.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga kembali menggeruduk kantor desa sebagai bentuk protes atas pembangunan kandang ayam yang berada di kawasan padat aktivitas, termasuk area jual beli. Warga mengeluhkan serbuan lalat dan bau tak sedap yang dinilai mengganggu kenyamanan hingga berdampak pada kesehatan dan usaha mereka.

Aksi tersebut menuai perhatian luas setelah videonya beredar. Di kolom komentar, akun ウトモ プラセティオ ブディ menegaskan bahwa lokasi kandang sudah sejak awal keliru.

“Harusnya kandang ayam itu jangan di tengah pemukiman atau dekat dengan rumah warga. Kalau bisa jauh dari pemukiman, seperti di tengah sawah. Jadi bau dan lalat tidak sampai ke rumah-rumah warga,” tulisnya.

Nada serupa disampaikan akun Di Karya Adiwangsa yang bahkan menyarankan lokasi alternatif.

“Harusnya di jalan Totoang yang mau ke Talang Sari, kan bisa tuh. Jauh dari pemukiman,” komentarnya, seolah menegaskan bahwa solusi sebenarnya sudah jelas dan memungkinkan.

Sementara itu, akun Kang Duda Berjuang juga ikut menyuarakan kekesalan. Menurutnya, persoalan kandang ayam di dekat permukiman bukan hanya soal lalat, tetapi juga bau kotoran yang mengganggu.

“Memang seharusnya kandang ayam itu jauh dari pemukiman. Selain lalat, juga kotorannya bau,” tulisnya singkat namun tegas.

Di lapangan, para pedagang mengaku semakin resah. Mereka harus bekerja ekstra menjaga kebersihan dagangan, namun lalat tetap berdatangan. Kondisi ini dikhawatirkan membuat pembeli enggan singgah.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola kandang ayam terkait tuntutan warga maupun saran lokasi alternatif yang ramai disuarakan warganet. Warga dan netizen pun berharap pemerintah desa segera turun tangan dan mengambil keputusan tegas.

Desakan semakin kuat, baik dari jalanan maupun dunia maya. Kini publik menanti.

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline43 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional12 jam lalu