Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ruwat Bumi, Warga Pusakaratu di Subang Pawai Alegoris dan Gelar Wayang Kulit

D
Dadan RamdanEditor: Dede
|20:00 WIB
Bagikan:
Ruwat Bumi, Warga Pusakaratu di Subang Pawai Alegoris dan Gelar Wayang Kulit
Warga Desa Pusakaratu saat mengikuti pawai alegoris kegiatan Ruwat Bumi, membawa tumpeng, dongdang dan gunungan hasil bumi, Senin (8/12/2025).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Menjelang musim tanam padi tahun ini, Pemdes Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara mengadakan acara Ruwat Bumi. Warga desa pun hadir dan ikut menampilkan seni tradisional, membawa tumpeng dan dongdang atau gunungan hasil bumi, merekapun pawai keliling kampung bersama perangkat desa, Senin (08/12/2025).

Tradisi Ruwat Bumi ini merupakan tradisi peninggalan nenek moyang yang tetap dilestarikan sampai sekarang di pelosok desa seperti halnya di Desa Pusakaratu ini.

Tradisi Ruwat Bumi ditandai dengan arak-arakan pawai alegoris sepanjang jalan desa dengan membawa gunungan hasil panen padi; gunungan hasil kebun, seperti jagung, kacang panjang, cabai, terong, petai, serta tumpeng sebagai lambang rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Kepala Desa Pusakaratu Aan Ana, S.H. menyampaikan tradisi Ruwat Bumi tersebut sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah serta untuk memohon keselamatan dalam menjalani kehidupan.

"Dalam pelaksanaannya Ruwat Bumi ini banyak nilai-nilai kehidupan yang diajarkan, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta," tutur Aan Ana kepada Pasundan Ekspres.

Dikatakannya Ngaruwat Bumi ini bukan sekadar budaya tahunan. Ini adalah bukti bagaimana kearifan lokal masyarakat Pusakaratu melestarikan tradisi dengan tetap relevan di tengah perubahan zaman,.


"Ngaruwat Bumi ini juga merupakan cermin jati diri budi pekerti warga Pusakaratu  yang harus di jaga dipertahankan dan dilestarikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap mahakarya para leluhur," ucapnya.

Puncak tradisi Ruwat Bumi diisi dengan pergelaran Wayang Kulit Langen Budaya Ki Dalang H.Rusdi dari Indramayu.

Pergelaran wayang kulit yang dihadirkan dalam ruwat bumi ini dipercaya sebagai salah satu upaya untuk mengusir hal-hal buruk yang dapat menimpa warga desa, sehingga dapat dimudahkan dalam perjalanan mendatangkan rezeki yang melimpah. (dan/ded)

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata untuk Pekerja di Kawasan Industri Subang

Rekomendasi Wisata untuk Pekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle22 menit lalu
BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

Nasional1 jam lalu
Rekomendasi Wisata dekat Kawasan Industri Subang, Cocok Buat Akhir Pekan!

Rekomendasi Wisata dekat Kawasan Industri Subang, Cocok Buat Akhir Pekan!

Lifestyle2 jam lalu
Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang13 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta14 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle14 jam lalu
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang14 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional15 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang16 jam lalu