Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Kota Subang Dari Hutan Belantara hingga Menjadi Kota Agribisnis

R
Rian AlfianEditor: Indrawan Setiadi
|18:28 WIB
Bagikan:
Sejarah Kota Subang Dari Hutan Belantara hingga Menjadi Kota Agribisnis
Sejarah Kota Subang Dari Hutan Belantara hingga Menjadi Kota Agribisnis

SUBANG - Kota Subang, yang kini menjadi ibu kota Kabupaten Subang di Provinsi Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang kaya akan budaya, perjuangan, dan perkembangan ekonomi.

Terletak di jalur strategis antara Bandung dan pantai utara Jawa, Subang berkembang dari sebuah daerah agraris menjadi kawasan industri dan pariwisata yang menjanjikan.

Asal Usul Nama Kota Subang

Nama Subang dipercaya berasal dari kata dalam bahasa Sunda, yaitu "Suba" yang berarti pengorbanan, dan "Ang" yang bisa diartikan sebagai tempat atau wilayah.

Dengan demikian, Subang dapat dimaknai sebagai "tempat pengorbanan" atau "wilayah perjuangan", mencerminkan kisah-kisah heroik dalam sejarahnya.

Namun ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa nama Subang berasal dari kata "Suwung Abang" yang berarti tanah merah kosong yang belum digarap. Seiring waktu, nama tersebut berubah menjadi "Subang".

Sejarah Zaman Kerajaan dan Kolonial

Pada masa lampau, wilayah Subang merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara dan kemudian masuk ke wilayah kekuasaan Kerajaan Sunda.

Di masa penjajahan Belanda, Subang dikenal sebagai daerah perkebunan yang subur, terutama untuk tanaman teh, kopi, dan karet.

Perkebunan-perkebunan besar seperti di PTPN VIII menjadi saksi perkembangan agribisnis di wilayah ini.

Belanda membangun infrastruktur seperti jalan dan jalur kereta api yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi dari pedalaman ke pelabuhan di utara, terutama ke Cirebon dan Batavia (Jakarta).

Pada masa ini juga dibangun beberapa bangunan bergaya kolonial yang hingga kini masih berdiri, meskipun sebagian besar telah berubah fungsi.

Masa Kemerdekaan dan Perjuangan Rakyat Subang

Subang memainkan peran penting dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Banyak tokoh dan pejuang lokal yang terlibat dalam perlawanan terhadap penjajah, baik Belanda maupun Jepang.

Salah satu peristiwa bersejarah adalah Pertempuran Cijengkol dan daerah sekitar Kalijati, yang merupakan lokasi penting karena keberadaan lapangan udara strategis yang sempat dikuasai Jepang pada masa Perang Dunia II.

Perkembangan yang Semakin Modern

Setelah kemerdekaan, Subang mulai menunjukkan perkembangan signifikan di sektor pertanian dan infrastruktur.

Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Barat, terutama dari daerah Pantura seperti Pamanukan, Ciasem, dan Binong.

Selain itu, perkebunan nanas di wilayah Subang selatan, khususnya di daerah Ciater dan Tangkuban Parahu, menjadi ikon pertanian sekaligus objek wisata.

Pembangunan jalan tol Cipali (Cikopo–Palimanan) mempercepat akses ke Subang dan menjadikan daerah ini semakin strategis untuk industri dan logistik.

Selain itu, Subang juga termasuk wilayah yang terdampak langsung oleh pembangunan megaproyek Pelabuhan Patimban, yang digadang-gadang akan menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia.

Pariwisata dan Budaya

Subang juga terkenal dengan objek wisata alamnya seperti:

Pemandian Air Panas Ciater

Gunung Tangkuban Parahu (sebagian wilayahnya berada di Subang)

Curug Cibareubeuy dan Curug Kaliangkak

Agrowisata Perkebunan Nanas dan Teh

Dari sisi budaya, Subang memiliki tradisi kesenian seperti sisingaan, sebuah pertunjukan rakyat khas Subang yang biasa digunakan dalam acara khitanan anak-anak.

Sisingaan kini juga menjadi ikon budaya daerah yang sering tampil dalam festival tingkat nasional.

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga13 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline32 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline52 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle55 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu