Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Kota Subang Jaman dulu Dari Kerajaan Hingga Kota Nanas

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|10:06 WIB
Bagikan:
Sejarah Kota Subang Jaman dulu Dari Kerajaan Hingga Kota Nanas
Suasana perkotaan Kabupaten Subang /Google Maps/

PASUNDAN EKSPRES - Kota Subang Dari Jejak Kerajaan hingga Kota Nanas yang Maju

Kota Subang, yang kini dikenal luas sebagai Kota Nanas, menyimpan jejak sejarah panjang yang dimulai sejak masa kerajaan, berlanjut ke era kolonial, hingga masa kemerdekaan.

Terletak di Provinsi Jawa Barat, wilayah ini menjadi saksi penting perkembangan budaya, agama, dan perekonomian di tanah Sunda.

Sejarah Kota Subang Jaman dulu Dari Kerajaan Hingga Kota Nanas

Asal Usul Sejarah Kota Subang Jaman dulu

Nama Subang diyakini berasal dari sosok Nyai Subanglarang, istri dari Prabu Siliwangi, raja besar Kerajaan Pajajaran.

Ia adalah putri Ki Gedeng Tapa, penguasa Kerajaan Singapura (sekarang wilayah Cirebon), dan dikenal sebagai bangsawan Sunda pertama yang memeluk Islam.

Dari pernikahannya lahirlah Raden Walangsungsang, tokoh penyebar Islam yang berpengaruh di wilayah Jawa Barat.

Selain versi tersebut, ada pula yang menyebut bahwa nama Subang berasal dari kata “suweng”, yang berarti anting atau perhiasan telinga. Seiring waktu, kata ini mengalami perubahan pengucapan hingga menjadi "Subang".

Masa Kerajaan dan Kolonial

Secara historis, wilayah Subang pernah berada di bawah kekuasaan kerajaan besar seperti Tarumanagara, Sunda Galuh, hingga Pajajaran.

Posisi geografisnya yang strategis menjadikan Subang sebagai jalur perdagangan penting dan pusat kegiatan pertanian sejak zaman dahulu.

Pada masa penjajahan Belanda, Subang mulai dikembangkan sebagai kawasan perkebunan. Tanaman seperti teh, kopi, dan karet dibudidayakan secara masif di daerah dataran tinggi seperti Ciater dan Sagalaherang.

Untuk mendukung kegiatan ekonomi, Belanda membangun jalur kereta api yang menghubungkan Subang dengan wilayah-wilayah lain, memperkuat posisinya sebagai pusat distribusi dan logistik.

Julukan Kota Nanas

Julukan "Kota Nanas" melekat erat dengan Subang karena wilayah ini merupakan penghasil nanas terbesar di Indonesia, khususnya jenis Nanas Madu Subang.

Buah ini terkenal karena rasa manis dan kesegarannya, bahkan telah diekspor ke berbagai daerah. Sentra produksi nanas berada di kecamatan Cibogo, Jalancagak, dan Pagaden.

Perkembangan Menjadi Kabupaten Maju

Setelah Indonesia merdeka, Subang resmi menjadi sebuah kabupaten dan terus mengalami kemajuan pesat. Kini, Kabupaten Subang terdiri dari 30 kecamatan dengan pembangunan yang terus berkembang di berbagai sektor: mulai dari infrastruktur jalan, industri manufaktur, pertanian modern, hingga sektor pariwisata.

Wilayah seperti Pantai Cirewang, Pemandian Air Panas Ciater, dan Kawasan Industri Patimban menjadi bukti nyata bahwa Subang kini tak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena potensi masa depannya yang cerah.

(ryn/dbm)

Berita Terbaru

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle46 menit lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle1 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional1 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang2 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle3 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle3 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional3 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional4 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional4 jam lalu