SMK PGRI Subang Perkuat Karakter Siswa, Lewat Program Kharisma

SUBANG-Dalam upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus menyiapkan generasi muda yang tangguh, SMK PGRI Subang menggelar program Karisma (Karakter Smeri Istimewa).
Program ini merupakan bentuk adaptasi dari inisiatif Gubernur Jawa Barat mengenai Gapura Panca Waluya yang menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa melalui kegiatan terarah dan berkesinambungan.
Program Karisma menjadi salah satu inovasi sekolah yang tak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan kepribadian, mental, serta keterampilan hidup siswa.
Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan nasional yang menempatkan karakter sebagai pondasi utama dalam mencetak lulusan yang berdaya saing.
Terdapat enam kegiatan utama yang dirancang dalam program Karisma, yakni kebugaran dan Pramuka, kerohanian, pekerjaan, literasi, kewirausahaan, serta bimbingan konseling.
Setiap kegiatan memiliki penanggung jawab tersendiri yang bertugas menyusun detail pelaksanaan hingga perencanaan anggaran, sehingga program ini benar-benar terstruktur dengan baik.
Menariknya, pelaksanaan Karisma melibatkan instruktur tidak hanya dari kalangan guru, tetapi juga tenaga eksternal yang kompeten, seperti kyai, ustaz, hingga pelaku industri.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata sekaligus wawasan luas bagi para siswa.
"Program ini diikuti oleh 1.635 siswa dari kelas 10 hingga kelas 12 dengan sistem rolling. Artinya, setiap siswa akan mendapat kesempatan mengikuti semua materi secara bergiliran sehingga pemahaman mereka merata," ungkap Didin Wahyudin, Wakil Kepala Sekolah SMK PGRI Subang Bidang Humas dan Industri.
Selain sebagai media pembentukan karakter, program Karisma juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan siswa.
Hal ini selaras dengan visi SMK yang tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tetapi juga generasi muda yang mampu menciptakan peluang kerja.
Di sisi lain, kegiatan kerohanian menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian besar. Dengan menghadirkan kyai dan ustaz, siswa diajak memperdalam nilai-nilai religiusitas agar menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Sementara itu, kegiatan literasi dan bimbingan konseling menjadi wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, sekaligus berkarakter kuat.
Didin menegaskan, tujuan utama Karisma adalah membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
"Kami ingin melahirkan lulusan yang unggul dalam keterampilan, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa wirausaha yang kuat. Karisma menjadi jalan untuk mencapai cita-cita tersebut," ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari seluruh pihak sekolah serta antusiasme siswa, program Karisma di SMK PGRI Subang diyakini mampu menjadi model pembinaan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.
"Lebih dari sekadar program rutin, Karisma adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi penerus bangsa yang istimewa, sesuai dengan namanya," pungkasnya.(znl/sep)
