Solusi Atasi Banjir Rob, Revitalisasi Tambak di Subang Dinilai Strategis Dongkrak Kesejahteraan Warga

PASUNDANEKSPRES.ID - Program revitalisasi tambak di wilayah Pantura Kabupaten Subang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan lingkungan, khususnya banjir rob.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Revitalisasi Tambak Pantura Kabupaten Subang di Ruang Rapat Bupati Subang, Selasa (13/1/2026).
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menyampaikan, revitalisasi tambak Pantura merupakan program penting yang tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari Program Strategis Nasional yang mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat.
“Kita menyadari bahwa revitalisasi tambak Pantura memiliki arti yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat Pantura. Terlebih, program ini merupakan Program Strategis Nasional yang didukung secara langsung oleh pemerintah pusat,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menekankan pentingnya kesamaan persepsi dan sinergi antar seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tambak sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor serta pendekatan yang tepat kepada masyarakat penggarap.
“Saya berharap terbangun persepsi yang sama terkait peran, tugas, dan sinergitas yang berjalan dengan baik, termasuk pendekatan kepada masyarakat, khususnya kepada 581 penggarap tambak,” kata Agus Masykur.
Selain mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, Kang Akur juga optimistis program revitalisasi tambak dapat menjadi bagian dari solusi penanganan banjir rob yang selama ini kerap melanda wilayah Pantura Subang.
“Mudah-mudahan dengan berjalannya Program Revitalisasi Tambak di Wilayah Pantura Subang ini juga dapat mengatasi permasalahan banjir rob di wilayah Pantura Kabupaten Subang,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Ikan Air Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. Ikhsan Kamil menyampaikan, Kabupaten Subang memiliki potensi besar di sektor perikanan yang perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
“Kabupaten Subang merupakan wilayah yang sangat potensial dalam bidang perikanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, revitalisasi tambak dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas tambak yang selama ini dinilai kurang optimal, khususnya pada budidaya udang di wilayah Pantura.
“Kegiatan budidaya udang di wilayah Pantura saat ini dinilai kurang baik. Oleh karena itu, kami melakukan revitalisasi dengan mengubah komoditasnya, sehingga tambak-tambak tersebut dapat menjadi tambak yang produktif melalui pengembangan komoditas ikan nila air payau,” jelas Dr. Ikhsan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, rapat koordinasi tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan deklarasi dukungan Revitalisasi Tambak Pantura di Wilayah Kabupaten Subang.
Deklarasi tersebut ditandatangani oleh Camat Blanakan, Camat Legonkulon, Camat Pusakanagara, serta para kepala desa dari wilayah terdampak, yakni Kepala Desa Jayamukti, Langensari, Muara, Tanjung Tiga, Pangarengan, dan Patimban. (cdp/ded)
