Tabligh Akbar Tutup Milangkala ke-107 Desa Pasanggrahan

SUBANG – Perayaan Milangkala ke-107 Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, berlangsung khidmat sekaligus meriah, Selasa (26/8/2025).
Acara puncak yang dirangkaikan dengan tabligh akbar ini menjadi penutup rangkaian Hari Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ratusan warga memadati lapangan desa untuk mengikuti kegiatan yang juga dihadiri Camat Kasomalang M. Afdian Mukhtar, Kasi Trantib, BPD, LPM, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan karang taruna.
Kepala Desa Pasanggrahan, H. Juheri, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian acara.
“Dukungan semua pihak, baik panitia, kecamatan, tokoh masyarakat, maupun warga, membuat acara ini berjalan aman, lancar, dan tertib,” ujarnya.
Ia juga mengingat jasa para pendiri dan pemimpin terdahulu Desa Pasanggrahan.
“Kita doakan semoga mereka yang masih hidup diberi kesehatan dan umur panjang, sementara yang telah wafat diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT,” tambahnya.
Acara inti menghadirkan tausiah dari Almukarom Kyai Ahmad Saepul Hafiz asal Bandung.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjadikan momentum milangkala dan maulid nabi sebagai sarana memperkuat iman, memperbaiki diri, serta menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW, agama, dan tanah air.
“Mudah-mudahan semua yang hadir mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW dan mampu menerapkan nilai-nilai luhur beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Suasana syahdu menyelimuti perayaan saat gema takbir akbar dikumandangkan, diiringi doa bersama untuk kemajuan Desa Pasanggrahan.
Kemeriahan bertambah dengan pengundian puluhan doorprize yang disediakan panitia, membuat warga semakin antusias.
Camat Kasomalang, M. Afdian Mukhtar, mengapresiasi kekompakan warga Pasanggrahan.
“Milangkala ini bukti nyata bahwa masyarakat Pasanggrahan memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Dengan dukungan semua pihak, desa ini akan semakin maju dan memberi kontribusi besar bagi pembangunan kecamatan,” katanya.
Bagi warga, milangkala kali ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan panjang desa.
Perpaduan peringatan kemerdekaan dan maulid nabi menghadirkan nuansa nasionalisme dan religiusitas dalam satu tarikan napas.
Warga berharap Desa Pasanggrahan terus berkembang dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan perekonomian, tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai luhur warisan para pendahulu.(hdi/ded)
