Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tiga Tempat Ziarah di Subang yang Sarat Nilai Religi dan Sejarah

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|16:00 WIB
Bagikan:
Tiga Tempat Ziarah di Subang yang Sarat Nilai Religi dan Sejarah
Jejak Buyut Lawi, Ulama Mataram yang Menyebarkan Islam di Pesisir Subang - SubangPost

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang di Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan keindahan alam, udara sejuk, serta wisata pemandian air panas seperti Ciater dan Sari Ater, tetapi juga memiliki kekayaan spiritual berupa tempat ziarah di subang yang sarat nilai religius dan sejarah.wisata,

Bagi para peziarah maupun wisatawan religi, Subang menjadi destinasi yang menarik untuk menelusuri jejak para ulama dan tokoh penyebar Islam yang pernah berjuang di wilayah ini.

Berikut beberapa tempat ziarah terkenal di Subang yang sering dikunjungi

1. Makam Waliyullah Syeikh Eyang Haji Jaya Kusuma

Salah satu makam keramat paling terkenal di Subang adalah Makam Syeikh Eyang Haji Jaya Kusuma, yang terletak di Kampung Dayeuh Luhur, Desa Cimanggu, Kecamatan Cisalak. Makam ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan seorang waliyullah yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Subang bagian selatan.

Suasana di sekitar makam sangat sejuk dan tenang, dikelilingi pepohonan rindang serta udara pegunungan yang segar. Banyak peziarah datang dari berbagai daerah untuk berdoa, mengenang perjuangan beliau, dan mencari ketenangan batin. Lokasi makam ini juga menjadi bagian penting dalam wisata religi Subang karena keaslian dan nilai sejarahnya masih terjaga dengan baik.

2. Makam Raden Arya Wangsa Goparana – Tokoh Pendiri Sagalaherang yang Sering Diziarahi

Tempat ziarah lain yang memiliki nilai sejarah tinggi adalah Makam Raden Arya Wangsa Goparana, yang terletak di Blok Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Raden Arya Wangsa Goparana dikenal sebagai pendiri Sagalaherang sekaligus Bupati pertama Cianjur. Beliau merupakan tokoh penting dalam penyebaran Islam di wilayah Priangan Timur dan memiliki jasa besar dalam membangun tatanan pemerintahan serta kehidupan sosial masyarakat pada masa lampau.

Makam ini sering dikunjungi peziarah, terutama pada momen-momen khusus seperti bulan Maulid, bulan Muharram, atau menjelang Ramadan. Selain berziarah dan berdoa, banyak pengunjung datang untuk mengenang keteladanan beliau dalam menegakkan ajaran Islam dan membangun masyarakat.

Suasana di sekitar makam terasa tenang dan sejuk, dikelilingi pepohonan khas pegunungan Sagalaherang. Bagi warga Subang dan sekitarnya, tempat ini bukan hanya situs bersejarah, tetapi juga simbol penghormatan kepada leluhur yang berjasa besar. Mengunjungi makam ini menjadi bentuk refleksi dan penghargaan terhadap perjuangan tokoh Islam masa lampau.

3. Makam Ki Buyut Lawi

Di wilayah pesisir utara Subang, tepatnya di Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, terdapat Makam Ki Buyut Lawi, yang menjadi salah satu situs ziarah penting bagi masyarakat setempat. Makam tua ini tidak pernah sepi dari kunjungan peziarah, terutama pada hari-hari besar Islam.

Menurut cerita masyarakat, Ki Buyut Lawi merupakan tokoh penyebar Islam di pesisir utara Subang yang hidup pada masa kejayaan Mataram Islam abad ke-17. Ia dikenal sebagai sosok bijak dan spiritual yang membimbing masyarakat untuk meninggalkan kepercayaan lama dan beralih kepada ajaran tauhid. Selain dikenal karena karomahnya, Ki Buyut Lawi juga dihormati sebagai penengah dalam berbagai persoalan sosial masyarakat pada zamannya.

Hingga kini, makam beliau menjadi tempat ziarah yang dihormati dan dijaga kelestariannya oleh warga Jayamukti. Suasana di sekitar area makam yang sederhana namun penuh nilai sejarah membuat banyak peziarah merasa damai saat berdoa dan merenung di tempat ini.


Tempat-tempat ziarah di Subang bukan hanya menjadi lokasi untuk berdoa dan mengenang jasa para tokoh penyebar Islam, tetapi juga menjadi sumber inspirasi spiritual dan pembelajaran sejarah bagi generasi sekarang.

Melalui kegiatan ziarah, masyarakat dapat mempererat hubungan dengan Allah SWT, menghargai perjuangan para leluhur, serta menjaga warisan budaya dan religius yang ada di Tanah Sunda ini.

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional33 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu