Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

TPS3R BUMDes Wantilan di Subang Kelola Sampah Berbasis Bank

E
EgiEditor: Egi
|06:18 WIB
Bagikan:
TPS3R BUMDes Wantilan di Subang Kelola Sampah Berbasis Bank
Direktur BUMDes Wantilan, Dede Sulaeman saat mengangkut sampah menggunakan armada cator.(Zaenal Abidin/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R)  Desa Wantilan Kecamatan Cipeunduey terus berupaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan. 

Direktur BUMDes Wantilan, Dede Sulaeman mengungkapkan, bahwa saat ini pengelolaan sampah melalui TPS 3R Taruna Resik telah berkembang melalui program bank sampah yang menyasar warga sebagai nasabah aktif. Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pengangkutan sampah hasil pilahan dilakukan oleh tim pengangkut ke setiap titik atau rumah warga yang telah menjadi nasabah bank sampah TPS 3R Taruna Resik. "Sampah-sampah tersebut dikumpulkan di TPS 3R untuk kemudian dipilah kembali sesuai jenisnya oleh tim pemilah. Setelah proses ini, seluruh hasil pilahan akan dikirim ke Pusat Daur Ulang (PDU) sebagai bahan baku," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jenis-jenis sampah yang dikumpulkan mencakup botol plastik jenis PET, gelas plastik, kertas seperti buku bekas, kardus, ember plastik, kaleng, serta jenis logam lainnya. Dengan memilah dan mengelompokkan sampah, proses daur ulang dapat dilakukan lebih efisien dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dede Sulaeman mengharapkan masyarakat dapat semakin cerdas dalam memperlakukan sampah. Edukasi tentang pemilahan sampah dari rumah sangat penting, dan dengan menjadi nasabah bank sampah, warga dapat secara langsung merasakan manfaat ekonominya. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak dari rumah.

Namun demikian, Dede juga mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi. TPS 3R Taruna Resik beroperasi dengan sistem usaha jasa pengelolaan sampah yang dibiayai dari iuran warga, perusahaan, dan penjualan hasil pilahan. 

Sayangnya, masih banyak warga yang belum taat membayar iuran bulanan, sehingga operasional seringkali tidak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran, atau "Lebih besar pasak daripada tiang." "Tidak hanya itu masalah lainnya adalah keterbatasan dalam perawatan dan perbaikan armada pengangkut seperti dump truck dan baktor. Untuk melakukan perbaikan, pihak pengelola harus terlebih dahulu mengajukan permohonan ke pemerintah desa, padahal kebutuhan perbaikan seringkali bersifat mendesak dan tidak bisa menunggu lama," ujarnya.

Di sisi lain, program bank sampah memberikan alternatif pendapatan bagi warga. Sampah hasil pilahan yang ditimbang akan dikonversi langsung ke nilai rupiah dan bisa ditabung. Pencairan tabungan ini bisa dilakukan kapanpun selama hari dan jam kerja TPS 3R, sesuai dengan saldo yang dimiliki masing-masing nasabah.

Untuk mengatasi kendala operasional, pihak pengelola saat ini tengah melakukan pengembangan di pusat daur ulang. Salah satunya adalah dengan membangun pos bank sampah di delapan titik yang dianggap berpotensi di lingkungan desa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pusat daur ulang dengan pasokan bahan baku yang lebih stabil.

Dengan adanya pasokan bahan baku yang berkelanjutan, TPS 3R Taruna Resik diharapkan mampu melakukan subsidi silang terhadap kebutuhan operasional yang selama ini masih terbebani. "Maka dengan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung program ini dan berharap ke depan partisipasi masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.(znl/sep)

Berita Terbaru

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle10 menit lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle1 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional1 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang2 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle2 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle2 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional3 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional3 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional3 jam lalu