Workshop Digital Marketing, Mahasiswa Bekali Strategi Bisnis

PASUNDANEKSPRES.ID-Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI Riyadhul Jannah Kabinet Cakrawala bersama BPC PHRI Kabupaten Subang dan Villa Sari Alam Resort Ciater menggelar Workshop Digital Marketing bagi mahasiswa di Kabupaten Subang selama dua hari, 10–11 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Villa Sari Alam Resort Ciater itu bertujuan meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk dan pengembangan usaha di era digital.
Ketua DEMA STAI Riyadhul Jannah Subang, Ajib, mengatakan workshop tersebut menjadi langkah nyata untuk mengubah pola pikir mahasiswa agar lebih produktif dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Gen Z sering terjebak pada pola konsumsi digital. Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah mindset mahasiswa agar memanfaatkan media digital secara produktif,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Digital Marketing, Branding Produk Hingga Pemasaran
Workshop diikuti mahasiswa dari berbagai kalangan dengan materi pengembangan digital marketing, branding produk, hingga strategi pemasaran melalui media sosial.
Sementara itu, Ketua STAI Riyadhul Jannah, Endah Robiatul Adawiyah, mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Subang.
“Kegiatan ini sangat strategis untuk kemajuan SDM di Subang, terutama menghadapi tantangan era digital,” katanya saat membuka acara.
Owner Villa Sari Alam Resort Ciater sekaligus Ketua BPC PHRI Kabupaten Subang, Ratna Setiawan, turut memberikan motivasi kepada peserta agar memiliki keberanian menciptakan peluang usaha sendiri.
“Mahasiswa jangan hanya berpikir mencari kerja setelah lulus, tetapi harus mulai berani menciptakan peluang kerja,” ungkapnya.
Workshop menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Endah Robiatul Adawiyah, Ratna Setiawan, serta Santi Herlina.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan teori sekaligus praktik penggunaan platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok untuk pemasaran produk.
Materi yang diberikan meliputi visual storytelling, strategi branding, pembuatan konten kreatif, hingga teknik meningkatkan interaksi pasar melalui media sosial.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap mahasiswa dan pelaku usaha lokal mampu meningkatkan daya saing produk daerah di tengah perkembangan pasar digital yang semakin pesat.(hdi/ded)
