Jelang Lebaran, DKPP Jamin Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan serangkaian langkah untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Langkah tersebut dilakukan melalui Strategi 4K yang mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Salah satu upaya dalam meningkatkan keterjangkauan harga adalah melalui program Gerakan Pangan Murah (GAPURA) AMANAH. Program ini mendapatkan dukungan Bank Indonesia untuk anggaran operasional sebanyak 16 kali pelaksanaan dan dukungan DKPP Provinsi Jawa Barat sebanyak 5 kali.
"Pelaksanaan program ini tidak hanya untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan Ramadhan dan Idul Fitri, namun juga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tarling Bulan Ramadhan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam upaya pengendalian inflasi," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim.
Selain itu, telah dilakukan distribusi Beras SPHP sebanyak 1 ton melalui GAPURA AMANAH MANDIRI di Desa Nanggerang Jaya pada (27/1/026), dengan kesempatan bagi kecamatan, desa, atau lembaga lainnya untuk mengajukan fasilitasi serupa.
Untuk menekan Indeks Harga Konsumen (IHK), juga telah dilakukan pengiriman Minyak Kita kepada 10 pedagang di Pasar Tagog Padalarang masing-masing sebanyak 10 karton. Pelaksanaan GAPURA AMANAH yang awalnya direncanakan pada tanggal (25/2/2026), (12/3/2026, dan (21/5/2026) dengan lokasi yang masih bersifat tentatif, kini telah disesuaikan. "Kita akan melaksanakan GAPURA AMANAH di Kecamatan Cipeundeuy pada (4/3/2026), Kecamatan Ngamprah pada (5/3/2026), dan Kecamatan Cililin pada (10/3/2026)," tambahnya.
Dalam hal ketersediaan pasokan, rencana penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) akan dilakukan pada Feb-Maret 2026. Alokasi penerima bantuan pangan (PBP) diperkirakan sebanyak 153.981 orang, dengan alokasi beras sebanyak 3.079.620 kg (3079,62 ton) dan minyak sebanyak 615.924 kg. Sementara stok Beras Premium dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) saat ini tercatat sebanyak 84.655,9 kg.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Kabupaten Bandung Barat akhir Januari 2026, beberapa komoditas seperti jagung, cabai, beras dan cabai rawit memiliki ketahanan stok yang baik. Namun, beberapa komoditas lainnya seperti bawang putih, kedelai, dan beras memerlukan perhatian khusus karena ketahanan stoknya masih terbatas atau dalam kondisi peringatan. "Untuk memastikan kelancaran distribusi, DKPP bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Sumedang melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD)," tandasnya.(ijr/sep)
