Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Kunjung Kelar, DLH Kabupaten Bandung Barat Fokus Atasi Persoalan Sampah

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|07:50 WIB
Bagikan:
Tak Kunjung Kelar, DLH Kabupaten Bandung Barat Fokus Atasi Persoalan Sampah
Kepala DLH KBB Ibrahim Aji

PASUNDANEKSPRES.ID - Mengatasi persoalan lingkungan berupa tingginya volume dan timbulan sampah menjadi salah satu arah kebijakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berbagai upaya ditempuh oleh Kepala DLH KBB Ibrahim Aji di tengah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang telah overload.

"Persoalan sampah di KBB masih menjadi tantangan besar, terutama karena timbulan sampah yang tinggi, kedisiplinan pilah sampah dari sumber yang belum merata, serta keterbatasan kapasitas buang ke TPA Regional Sarimukti yang saat ini dalam kondisi overload," kata Aji.

Produksi sampah di KBB didominasi dari sampah rumah tangga/permukiman. "Disusul pasar/niaga, kawasan aktivitas, perkantoran/sekolah, serta sampah kegiatan lainnya," ucap Aji.

Berdasarkan data, volume timbulan sampah KBB mencapai sekitar 680 ton per hari. Volume timbulan sampah tersebut dihitung berdasarkan pendekatan timbulan (0,362 kilogram/orang/hari) dikalikan dengan jumlah penduduk.

Berbagai upaya, katanya, juga dilakukan DLH KBB untuk mengatasi persoalan sampah di tengah Sarimukti yang overload seperti strategi hulu (pengurangan) dengan mendorong pe­milahan sampah dari sumber, pendirian bank sampah, komposting dan pengo­lahan organik (termasuk maggot/BSF), serta pembatasan sampah residu.

Selain itu, dilakukan pula penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan meningkatkan kapasitas pengolahan di tingkat desa/kawasan agar residu yang dikirim ke TPA berkurang serta kolaborasi dengan lintas pihak.

DLH juga melakukan penertiban dan pembinaan melalui penanganan pembuangan liar, edukasi berkelanjutan, serta pengawasan pengelolaan sampah di kawasan usaha/kegiatan. Strategi jangka menengah juga dirancang dengan memperkuat sistem pengolahan di wilayah sehingga ketergantungan kepada TPA berkurang bertahap. "Salah satunya dengan rencana pembangunan TPST (tempat pengolahan sampah terpadu)," ujarnya.

Pengurangan ketergantungan kepada TPA juga berkaca pada peristiwa kebakaran TPA Sarimukti pada 2023. Peristiwa itu membuat aktivitas pembuangan sampah ke TPA itu terhenti. Keadaan tersebut berdampak kepada terjadinya penumpukan sampah di berbagai wilayah di Bandung Raya.

Pemakaian maggot atau belatung turut menjadi solusi persoalan sampah jenis organik KBB. Hewan yang kerap dianggap menjijikan tersebut justru bermanfaat dalam mengurangi sampah.

Dengan menggunakan belatung, produksi sampah organik menyusut karena dimakan hewan itu. Sementara sampah nonorganik, dipilah dan dimanfaatkan melalui bank sampah serta TPS3R. 

Persoalaan lain yang menjadi perhatian DLH KBB adalah pencemaraan air oleh limbah domestik/aktivitas usaha dan sampah. Kualitas udara akibat emisi kendaraan, debu aktivitas, pembaharan sampah, alih fungsi lahan dan keterbatasaan ruang terbuka.

Aji mengungkapakan untuk mengatasi persoalaan tersebut saat ini DLH melakukan monitoring dan pengawasan kualitas air/udara/tanah di titik priorotas juga pembinaan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran sesuai ketentuan. Tak hanya itu dilakukan pula rehabilitasi lingkungan, konservasi, pengutan peran masyarakat dan kolaborasi lintas sektor serta edukasi.

Menggandeng masyarakat menjadi jurus jitu DLH guna mengatasi pencemaran air. Seperti edukasi kepada peternak Cisarua soal pemanfaatan limbah kotoran ternak.(ijr/sep)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga1 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang3 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang3 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang4 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional5 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional6 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle6 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta6 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat6 jam lalu