Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Brand ZARA diduga "Sindir" Penderitaan Warga Palestina di Gaza

R
Ranny MartinaEditor: Yusup Suparman
|09:52 WIB
Bagikan:
Brand ZARA diduga "Sindir" Penderitaan Warga Palestina di Gaza
Sumber foto : JawaPos.com

PASUNDAN EKSPRES - Kesabaran netizen habis dan sudah naik pitam karena brand fashion ZARA yang mempromosikan dan memproduksi patung tubuh tak utuh yang dibalut kain putih.

Netizen menganggap iklan tersebut benar-benar propaganda tentang genosida Palestina adalah hal yang keterlaluan.

Dalam pernyataannya, Zara mengakui bahwa materi kampanye yang menggambarkan patung dengan tubuh tidak lengkap yang dibalut kain putih itu dibuat pada bulan Juli dan  fotonya diambil di studio pada bulan September.

BACA JUGA:Gempuran Israel Menggila, Hamas Ancam Bunuh Sandera

Zara membenarkan materi promosi tersebut dibuat dalam konteks artistik dan tidak ada hubungannya dengan konflik Palestina.

Sayangnya, penjelasan dan permintaan maaf dari merek fashion internasional tersebut tidak meredakan sentimen negatif terhadap ZARA.

Walaupun sudah memberikan Penjelasan akun Instagram  bercentang biru, justru membuat warganet semakin heboh dan terus bertanya-tanya 

"Kita semua tahu bahwa konten biasanya dibuat beberapa bulan sebelum rilis. Bukan berarti Anda harus merilisnya," keluh kesah netizen di kolom komentar unggahan akun Instagram resmi Zara.

Menurut netizen, jika penjelasan tersebut benar, maka seharusnya tidak perlu lagi mempublikasikan materi promosi tersebut, mengingat genosida di Palestina disebabkan oleh kekejaman Israel.

Netizen sangat kecewa sehingga mereka tidak hanya memboikot ZARA, tapi bahkan menyuruh dicancel selamanya

"Tidak ada seorang pun di tim pemasaran Anda yang tahu tentang genosida yang sedang berlangsung?!! Secara harfiah tidak satu pun (yang tahu)," komentar dari warganet.

"Bahkan, jika ini seharusnya adalah sebuah studio patung, Anda tidak boleh tuli ketika Anda jelas-jelas melihat gambar," timpal yang lainnya.

Bahkan merek fashion tersebut direkomendasikan untuk dibubarkan secara permanen. Permintaan maafnya juga dianggap menjijikkan karena terkesan menggambarkan orang bodoh.

"Kirimkan saja pakaian Anda ke IDF untuk dipakai, kami pasti tidak mau," tegasnya.

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle3 menit lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline11 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle12 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional14 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional15 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional17 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline17 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline19 jam lalu