Cinta Salah Kaprah, Buktikan Perjuangan ke Pacar Malah Berujung Maut

PASUNDANEKSPRES.ID - Aksi pacaran kelewat batas terjadi di sebuah kosan kawasan Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang. Seorang pemuda berinisial TAN meninggal dunia setelah nekat menusukkan pisau ke pangkal pahanya sendiri dalam upaya membuktikan keseriusan kepada pacarnya.
Kapolsek Cibogo, IPTU Geeta menyampaikan, peristiwa itu bermula dari cekcok sepasang kekasih tersebut pada (30/11/2025) malam.
“Motifnya meyakinkan pacarnya untuk tidak berpacaran lagi sama perempuan lain,” terangnya.
Menurutnya, sang pacar kemudian menantang dengan meminta bukti. “Cewenya minta bukti, ‘buktinya mana?’” kata IPTU Geeta.
TAN yang tersulut emosi kemudian menjawab bahwa ia akan menusuk dirinya sendiri. “Lantas ini saya akan menusuk diri saya dengan pisau. Setelah itu ditusukan lah pisau itu ke paha dirinya sendiri sebelah kiri, keluar pendarahan yang hebat dan korban meninggal,” ungkapnya.
IPTU Geeta menyayangkan tindakan nekat tersebut. “Berpacaran kelewatan. Sampai bercanda pembuktian pakai pisau,” tuturnya.
Geeta menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi PM (24) dan A (22), korban TAN tiba di kontrakan CS sekitar pukul 19.40 WIB. Sekitar 15 menit kemudian, CS keluar dan menggedor pintu kamar saksi Ferdika sambil meminta pertolongan.
Pada pukul 20.00 WIB, saksi lain F keluar dan membantu korban yang sudah mengalami pendarahan.
TAN kemudian dibawa menggunakan sepeda motor Scoopy ke Klinik Rizkia di Jalan Raya Cibogo–Subang. Dari sana, lanjut Geeta, korban dirujuk ke RSUD Ciereng Subang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun nyawa TAN tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
“Hasil pemeriksaan awal menyebut, korban mengalami luka akibat menusukkan senjata tajam ke pangkal paha kiri sebanyak tiga kali. Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat hingga berujung kematian,” jelas Geeta.
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah TAN dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menyatakan tidak menghendaki proses pembedahan mayat (otopsi).
Polisi mengimbau masyarakat, terutama anak muda, untuk tidak melakukan tindakan berbahaya dalam hubungan percintaan.
“Hal seperti ini tidak perlu terjadi jika emosi bisa dikendalikan,” tutupnya.(cdp/ysp)
