Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

ESDM Mengungkap Rencana Perluasan Harga Gas Murah untuk Industri

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|22:46 WIB
Bagikan:
ESDM Mengungkap Rencana Perluasan Harga Gas Murah untuk Industri
ESDM Mengungkap Rencana Perluasan Harga Gas Murah untuk Industri/foto ilustrasi Screenshot via/Freepik

PASUNDAN EKSPRES - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menjalankan komunikasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membahas kelanjutan kebijakan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang ditujukan untuk sektor industri.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyatakan bahwa evaluasi kebijakan tersebut diperlukan agar harga gas sebesar US$ 6 per MMBTU untuk tujuh sektor industri tertentu dapat memberikan manfaat yang seimbang bagi negara dan industri.

"Kita lagi komunikasi sama Kementerian Perindustrian kan HGBT-nya 2025 kan, 2024-nya kan habis, sudah kita komunikasi terus dengan Kementerian Perindustrian," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia pada Rabu 6 Maret 2024.

Meskipun demikian, dia mengakui adanya penurunan penerimaan negara dari sektor migas, namun pihaknya berupaya mencari solusi agar kebijakan HGBT dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak terkait.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 134 Tahun 2020, kebijakan HGBT akan berakhir pada tahun 2024.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, menyoroti bahwa pemberian HGBT kepada tujuh sektor industri berpotensi mengurangi penerimaan negara secara signifikan.

Dia juga mencatat bahwa alokasi gas untuk industri tersebut belum terserap sepenuhnya.

Kurnia menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan hal ini, termasuk kendala operasional di hulu, serta faktor midstream dan downstream yang menghambat penyerapan gas.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa industri manufaktur di Indonesia masih berkembang positif, yang tercermin dari PMI yang terus berada dalam fase ekspansi selama 30 bulan berturut-turut.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung pertumbuhan positif tersebut.

(hil/hil)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga15 menit lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang1 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang1 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang2 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional3 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional4 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle4 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta5 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat5 jam lalu