Gedong Sinder Creative Gelar FGD, Langkah Awal Penelitian Buku Sejarah Kasomalang

PASUNDANEKSPRES.ID - Upaya menggali dan mendokumentasikan sejarah lokal Kasomalang mulai digerakkan secara serius.
Gedong Sinder Creative menginisiasi kegiatan Forum Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal penelitian untuk penyusunan buku sejarah Kasomalang yang komprehensif dan berbasis kajian ilmiah.
FGD tersebut menjadi ruang diskusi awal bagi para pegiat sejarah, akademisi, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan guna menyamakan persepsi terkait arah penelitian dan penulisan buku. Kegiatan ini juga bertujuan menambah khazanah literasi sejarah lokal Subang, khususnya wilayah Kasomalang, yang selama ini belum banyak terdokumentasi secara sistematis.
Jaelani Husni bersama Ajat, yang dikenal sebagai owner komunitas Subang Lawas, menegaskan pentingnya penguatan literasi sejarah lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Menurut mereka, sejarah Kasomalang tidak hanya penting untuk diketahui, tetapi juga perlu ditulis secara utuh agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Sejarah lokal Kasomalang memiliki nilai penting sebagai sumber belajar. Ini bukan sekadar catatan masa lalu, tapi juga dapat menjadi rujukan kebijakan pemerintah desa dan mendukung pengembangan potensi wisata berbasis sejarah,” ujar Jaelani dalam diskusi tersebut pada Kamis (15/1/2026).
Dalam FGD itu disepakati cakupan penelitian sejarah akan dibatasi pada periode kolonial hingga masa kemerdekaan dan revolusi fisik. Di luar periode tersebut, pembahasan akan difokuskan pada tujuh bab latar belakang yang menjelaskan konteks sosial, budaya, serta tokoh-tokoh lokal yang berperan dalam perjalanan sejarah Kasomalang.
Serta kajian, lanjut Jaelani, mengenai asal-usul dan makna nama Kasomalang itu sendiri. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan sejarah lokal Kasomalang sebagai bagian dari “local history” yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
FGD tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekmat, Kepala Desa Kasomalang Kulon, unsur kecamatan, Kang Pepen dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Ulul Fahmi Fauzy, serta Kang Yono yang dikenal sebagai pegiat sejarah lokal, Aparatur Desa Kasomalang, Sahabat Edukasi, Kasi Kesos Kasomalang, Kang Deni Oddo masukan sebagai Pembawa Acara Sekaligus Owner Gedong Sinder Creative Center.
Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari proses permohonan izin dan dukungan moral terhadap rencana penelitian tersebut.
Para peserta sepakat penelitian sejarah Kasomalang akan dilakukan dengan pendekatan historiografi yang dibantu disiplin ilmu lain agar hasilnya lebih luas, mendalam, dan komprehensif. Penelusuran data sejarah pun akan merujuk pada sumber kolonial, termasuk peta tahun 1847, serta arsip dan cerita lisan masyarakat.
Selain itu, keluarga besar H. Atmo selaku pihak yang memiliki akses terhadap sejumlah sumber sejarah juga untuk mendukung penelitian tersebut, dengan tetap mengedepankan etika dan izin dari para pemilik sumber.
Melalui FGD ini, diharapkan proses penulisan buku sejarah Kasomalang dapat berjalan secara partisipatif, ilmiah, dan menjadi tonggak penting dalam pelestarian sejarah lokal Subang.(hdi/ysp)
